must to remember:

Sejarah hanya mampu mencatat orang-orang yang menyisakan jejak dalam hidupnya. Bergeraklah...

Kamis, 14 Mei 2009

“Refleksi Hari Perawat Se-Dunia”


Oleh: Yana Yan*)


“Selamat Hari Perawat se-Dunia!!!”
12 Mei 2009! Gegap gempita Mahasiswa Keperawatan yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Keperawatan Sulawesi Selatan, pagi itu memadati penghujung barat kota Makassar, tepatnya di Pantai Losari. Perjalanan itu berawal dari sini. Dengan segenap asa dan rasa, para mahasiswa/i perawat dari berbagai instansi melemparkan senyum dan citanya buat seluruh penghuni kota Makassar. Tak lain, demi memeriahkan dan mewarnai hari Perawat se-Dunia.

Tahu apa Anda tentang ‘amanah’?

Oleh: Yana Yan*)

Amanah, lagi-lagi tentang amanah. Hampir setiap kali rapat, syuro’, ataw apapun nama perkumpulan itu, di manapun,,, tak lepas dari tema tentang itu. Tentang amanah… tentang komitmen… tentang Loyalitas…semua mengumbarnya!
Tahu apa Anda tentang amanah?

Senin, 11 Mei 2009

MENGENANG AIR MATA RASULULLAH SAW


Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Minggu, 10 Mei 2009

Cukup Menggelitik…!

Ass. Al. Dear Frens, berikut ini sebuah artikel dr seorang teman.... selamat membaca

Subject: [ekonomiupnvy] FW: Ternyata ....... Hidup ini sederhana That's why ..... DON'T BE too calculative in life. Ternyata... Hidup Ini Sederhana... Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut. Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah,

Jumat, 08 Mei 2009

Just to Read!


Ada yang perlu Anda lakukan
by: Hari Subagya

Sahabat sukses. Kesibukan demi kesibukan mengelayuti kehidupan kita. Rutinitas mulaii membelenggu diri, dan mengaburkan kesejatian hidup. Pagi berputar menjadi malam, dan harii berganti, minggu berganti, menjadi bulan dan tahun. Usia bertambah

Rabu, 06 Mei 2009

Rias Sendu Sang Metropolitan



Oleh: Yana Yan*)

Makassar, Sang Metropolitan!
Kota Daeng! Begitulah sebutan khas kota Makassar. Kota yang mulai tumbuh sebagai kota metropolis mewakili Indonesia timur. Bersama waktu, panorama Makassar terus saja menggelinding. Menggerus cerita yang masih terpendam. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin pesat, Makassar pun hadir dengan berbagai polesan wajah baru. Meninggalkan segala bentuk kekunoannya.

Sabtu, 02 Mei 2009

Who’s the Nursing?



1. Nursing is caring. Artinya perawat harus berperan dalam pemberian asuhan keperawatan. Perawatan harus memperhatikan bahwa dalam pemberian asuhan keperawatan tidak dikenal pasien atau kasus pribadi. Semua pasien diperlakukan sama.
2. Nursing is sharing. Artinya dalam pemberian asuhan keperawatan, perawat selalu melakukan sharing atau diskusi antara sesama perawat, kepada anggota tim kesehatan lainnya dan kepada klien.
3. Nursing is laughing. Artinya, perawat meyakini bahwa senyum merupakan suatu kiat dalam asuhan keperawatan untuk meningkatkan rasa nyaman klien.
4. Nursing is crying. Artinya, perawat menerima respon emosional dari perawat atau orang lain sebagai suatu hal yang biasa pada situasi senang atau duka.
5. Nursing is touching. Artinya, perawat dapat menggunakan sentuhan untuk meningkatkan rasa nyaman, pada saat melakukan massage, atau misalnya menyentuh pasien ketika mengatakan saya memahami apa yang akan dilakukan untuk menolong anda.
6. Nursing is helping. Bermakna bahwa asuhan keperawatan dilakukan untuk menolong klien dengan sepenuhnya memahami kondisinya.
7. Nursing is believing in others. Artinya, perawat meyakini bahwa orang lain memiliki hasrat dan kemampuan untuk meningkatkan status kesehatannya.
8. Nursing is trusting. Artinya, perawat harus menjaga kepercayaan orang lain (klien) yaitu denan menjaga mutu asuhan keperawatan.
9. Nursing is believing in self. Artinya, perawat yakin dirinya memiliki pengetahuan dan mampu untuk menolong orang lain dalam memelihara kesehatannya.
10. Nursing is learning. Artinya, perawat selalu belajar atau mengembangkan pengetahuan dan keterampilan keperawatan profsional melalui asuhan keperawatan yang dilakukan.
11. Nursing is respecting. Artinya, perawat memperlihatkan rasa hormat dan penghargaan kepada orang lain (klien dan keluarganya) dengan menjaga kepercayaan, dan rahasia klien.
12. Nursing is listening. Artinya, perawat harus mau menjadi pendengar yang baik ketika klien berbicara atau mengeluh.
13. Nursing is doing. Artinya, perawat melakukan pengkajian dan intervensi keperawatan berdasarkan pengetahuannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman serta asuhan keperawatan secara komperehensif.
14. Nursing is feeling. Artinya, perawat dapat menerima, merasakan, dan memahami perasaan duka, senang, frustasi, dan rasa puas klien.
15. Nursing is accepting. Artinya, perawat harus menerima diri sendiri sebelum dapat menerima orang lain.

Senin, 27 April 2009

Test ALZHEIMER

Silakan coba Test ALZHEIMER gratis!!!

------------ --------- --------- --------- --------- --------- - --------

1. Temukan huruf "C" di bawah. Jangan gunakan bantuan cursor.

OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO COOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O
OOOOOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOOO OOOOOOOOOOOOOOO O

2. Jika anda telah menemukan huruf "C", sekarang temukan angka "6"
di
bawah.

9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
9999699999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999999
9999999999999999999 9999999999999999 999999999999999 99999999999999

3. Sekarang temukan huruf "N" di bawah. Ini agak lebih sulit.

MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MNMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMMMMMMMMMMMM MMMMMM
MMMMMMMMMMMMMMMMMMM

4. Sekarang temukan huruf "O" di bawah. Ini agak lebih sulit.
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQQOQ QQQQQQQQQQQQQQQQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ QQ
QQQQQQQQQQQQQQQQQQQ QQQQQQQQQQQQQQQQ

5. Sekarang temukan huruf "I" di bawah. Ini agak lebih sulit.
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLI
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLLLLLLL LLLLLLLLLLL
LLLLLLLLLLLLLLLLLLL LL

------------ --------- --------- --------- --------- --------- - --------

Ini bukan gurauan, fren
Jika anda bisa melewati 3 test ini, maka anda bisa batalkan rencana
kunjungan ke ahli neurologi
Otak anda masih baik dan jauh dari penyakit Alzheimer. Selamat !

For your info
Alzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi
saraf otak yang kompleks dan progresif. Penyakit Alzheimer bukannya
penyakit menular. Penderita Alzheimer mengalami keadaan penurunan
daya
ingat yang parah sehingga penderita akhirnya tidak lagi mampu
mengurus
dirinya sendiri.

Alzheimer tergolong sebagai salah satu jenis dementia yang ditandai
dengan melemahnya kemampuan bercakap, kemampuan berpikir sehat, daya
ingat, kemampuan mempertimbangan, adanya perubahan kepribadian dan
tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani
penderita
dan juga anggota keluarga yang perlu menjaga dan merawatnya.
Menurunnya
fungsi ingatan juga memengaruhi fungsi intelektual dan sosial
penderitanya.
Sumber penyakit ini belum diketahui dengan pasti, tetapi bukan
karena
proses penuaan. Sebagian ilmuwan memperkirakan bahwa kepikunan ini
berkaitan dengan pembentukan dan perubahan sel-sel saraf yang normal
menjadi semacam serat.

Resiko untuk mengidap Alzheimer meningkat seiring dengan pertambahan
usia. "Pada usia sekitar 65 tahun, seseorang berisiko lima persen
untuk
menderita penyakit ini dan risiko ini meningkat dua kali lipat
setiap
lima tahun,"menurut Ahli Psikogeriatrik, Kantor Pengobatan
Psikologi,
Fakultas Pusat Pengobatan Universitas Malaya (PPUM), Dr. Esther
Ebeenezer. Meskipun kepikunan seringkali dikaitkan dengan usia
lanjut,
namun terbukti bahwa penderita Alzheimer yang pertama diidentifikasi
adalah seorang perempuan berusia awal 50 tahunan.

Sejarah Alzheimer

Penyakit ini ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada 1907 ini,
dinamakan
Alzheimer sesuai nama penemunya.
Alzheimer menemukan bahwa syaraf otak penderita Alzheimer tidak
hanya
mengerut, bahkan dipenuhi gumpalan protein luar biasa yang disebut
plak
amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary).
Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein tersebut,
dipercaya
menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini
menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu
neuron ke neuron lain terpengaruh.

Meskipun sudah ditemukan hampir satu abad yang lalu, Alzheimer tidak
seterkenal penyakit yang lain seperti hipertensi, Sindrom Pernafasan
Akut Parah (SARS) atau pun penyakit jantung. Mungkin karena gejala
penyakit Alzheimer tidak segera terlihat, berbeda dengan hipertensi
yang
dapat dipantau melalui pemeriksaan tekanan darah. Penyakit Alzheimer
tidak terdeteksi karena adanya anggapan bahwa sering lupa adalah hal
yang wajar dialami orang berusia lanjut karena faktor usia. Padahal
mungkin saja "sering lupa" tersebut merupakan tanda awal penyakit
Alzheimer.

Penyakit Alzheimer menjadi lebih dikenal secara meluas setelah
mantan
Presiden Amerika Serikat yang ke-40, Ronald Reagan mengemukakan
keadaan
dirinya dalam suratnya yang tertanggal 5 November 1994. Penelitian
klinis terbaru menunjukkan bahwa konsumsi suplemen asam lemak
omega-3
dapat memperlambat laju penurunan fungsi kognitif penderita
alzheimer
ringan.

Gejala dan tingkat keparahan penyakit:

Pada taraf ringan gejalanya dapat berupa: lupa dimana menyimpan
kunci,
lupa mengambil uang kembalian, lupa mau membeli apa di toko, lupa
nomor
telepon atau tidak ingat mana obat yang setiap hari biasa dimakan.

Pada tingkat menengah: penderita misalnya, lupa mencampurkan gula
dalam
minuman, garam dalam masakan atau lupa bagaimana cara mengaduk gula
di
dalam gelas.

Pada tingkat yang parah, penderita sudah tidak mampu melakukan
hal-hal
mendasar seperti mengurus diri sendiri, tidak lagi mengenali keadaan
sekitar rumahnya, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga
terdekat.

Penderita Alzheimer dapat menjadi agresif, cepat marah dan
kehilangan
minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya.
Penderita
tingkat menengah atau parah dapat menunjukkan tingkah laku aneh,
seperti
menjerit, terpekik atau mengikuti orang ke mana saja, bahkan walau
orang
tersebut ke WC.

Selain itu, penderita dapat juga mengalami semacam halusinasi
seperti
mendengar suara atau bisikan halus, atau
melihat bayangan menakutkan. Penderita juga kadangkala berjalan
mondar
mandir tanpa tujuan dan pola tidur mereka juga berubah. Penderita
biasanya akan lebih banyak tidur di siang hari dan terus terjaga
pada
malam hari.
Keadaan tersebut secara tidak langsung memberi tekanan mental kepada
perawat atau anggota keluarga yang harus waspada menjaga penderita
selama '36 jam' sehari.

Kebanyakan penderita Alzheimer meninggal dunia akibat radang
paru-paru
atau pneumonia karena mereka tidak dapat melakukan berbagai
aktivitas
fisik lainnya.
Yang menyedihkan, adalah bahwa orang yang sakit itu sendiri tidak
memahami apa yang terjadi pada diri mereka dan memerlukan bantuan
orang
lain. Berita buruknya penyakit Alzheimer ini, tidak dapat
disembuhkan.
Tetapi, gejalanya masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan.
Obat-obatan yang diberi pada tingkat awal, dapat membantu ingatan
penderita seperti fungsi kognitif, aktivitas dan tingkah laku
sehari2.

Prevalensi

Sekitar tahun 1950-an diperkirakan sekitar 2,5 juta warga dunia
menderita penyakit ini. Pada tahun 2003 Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO), memperkirakan lebih dari satu milyar orang yang berusia di
atas
60 tahun atau 10 persen penduduk dunia menderita Alzheimer.
Peningkatan jumlah penderita Alzheimer berkaitan dengan meningkatnya
jumlah warga dunia yang berusia lanjut, dan semakin panjangnya usia
atau masa hidup warga dunia. Usia hidup perempuan meningkat hingga
mencapai usia 80 tahun dan laki-laki mencapai usia 75 tahun. Selain
itu, faktor pemeliharaan kesehatan yang semakin baik dan menurunnya
tingkat kelahiran.

Orang yang berisiko menderita Alzheimer:
* Penderita hipertensi dengan usia di atas 40 tahun
* Penderita diabetes
* Kurang berolahraga
* Kadar kolesterol yang tinggi
* Faktor keturunan - memiliki keluarga yang menderita Alzheimer pada
usia 50-an.

dikutip dari salah satu anggota milis anging mammiri...
smg bermanfaat! ^_^

Sekedar info, dari pRoyek Konro SouP Anging Mammiri

Naskah yang masuk sampe denga tanggal 20 April ini yaitu :
1. [KSFS- Cinta] Menjelang Matahari Terbit - Arwin
2. [KSFS- Ketabahan] Catatan Harian si Wahyu - Ahmad
3. [KSFS- Ketabahan] Stroke Membuatku Merubah Hidup - Muslimin Beta
4. [KSFS- Sudut Pandang] Kelong Anak - Nur Syamsoe
5. [KSFS- Ketabahan] Kami harus usung Kerandanya !! - Nur Syamsoe
6. [KSFS- Rasa Sakit] Peri Bersayap Keikhlasan - Andini Syamsur
7. [KSFS- Cinta] How The Way To Forget You? - Fauzina Akib
8. [KSFS- Ketabahan] Setelah Kang Pandu Pergi - Dewi Rieka Kustiantri
9. [KSFS- Ketabahan] Wardah Perempuan Baja - Dewi Rieka Kustiantri
10. [KSFS- Sudut Pandang] Khatam - Sofyan Thayf
11. [KSFS- Sudut Ketabahan] Pernikahan Terlarang - Arwin
12. [KSFS-Sudut Pandang] Mengiris Malam Bersama Ojek Bandara - Amril Taufik Gobel
13. [KSFS-Cinta] Sepasang Telinga Seluas Samudera - Amril Taufik Gobe
14. [KSFS-Cinta] Ciuman Terakhir, Di Hari Terakhir - Amril Taufik Gobel
15. [KSFS-Cinta] Buat Para Ayah Yang Menyimpan Resah Dengan Senyum Merekah - Amril Taufik Gobel
16. [KSFS - Sudut Pandang] Berdamai Dengan Ketidaksempurnaan: Sebuah Kisah Tentang Rasa Marah - Amril Taufik Gobel
17. [KSFS - Cinta] Suatu Malam Di Depan Malll Ratu Indah Makassar - Sarah Tahnia
18. [KSFS - Ketabahan] Debi - Sarah Tahnia
19. [KSFS - Cinta] Aku Adalah Kau dan Kau Adalah Aku - Ahmad Maulana Agung
20. [KSFS - Sudut Pandang] Mahasiswa Apakah Pejuang Rakyat atau Bukan - Ahmad Maulana Agung
21. [KSFS - Sudut Pandang] Menguat Gerakan Perempuan Dibalik Kepeloporan RA. Kartini - Ahmad Maulana Agung
22. [KSFS - Ketabahan] Sesal Yang Membawa Arti - Marten
23. [KSFS- Ketabahan] Surat Buat Bapak - Ahsan Azhar
24. [KSFS - Sudut Pandang] Turun Dari Langit - Ahsan Azhar
25. [KSFS - Ketabahan] Sepulang - Ahsan Azhar
26. [KSFS - Cinta] Tiga Kota Satu Cinta - Syafruddin Djali
27. [KSFS - Sudut Pandang] Mau Jadi Kuli atau Jadi Boss? - Khalid Mustafa
28. [KSFS - Sudut Pandang] Metode Kampungan Pemelajaran Bahasa Inggris - Khalid Mustafa
29. [KSFS - Sudut Pandang] Sampahku Tiketku - Khalid Mustafa
30. [KSFS - Cinta] Abu-abu untuk pelangi - Airin Nisa
31. [KSFS - Cinta] Brankas ini Butuh Pengunjung - Airin Nisa
32. [KSFS - Cinta] Brownis Buat ibu - Firdaus Rauf
33. [KSFS - Ketabahan] Jalan Harapan - Abdul Gafur
34. [KSFS - Sudut Pandang] Anak Perempuan Satu-satunya - Airin Nisa.
35. [KSFS - Cinta] Cinta Dimiliki Hanya Sekali - Fiyan Arjun
36. [KSFS - Cinta] Jamur di Kala Hujan - Fiyan Arjun
37. [KSFS - Ketabahan] Semua Akan Indah Pada Waktunya - Ira Puspita.
38. [KSFS - Sudut Pandang] Petani Organik - Imansyah Rukka
39. [KSFS - Ketabahan] Yang Terbaik (untuk Ayah) - Fajrin Thamrin
40. [KSFS - Ketabahan] Istighfar - Asmar Abdullah
41. [KSFS - Sudut Pandang] Mengambil Hikmah Dari Negeri Empat Musim - Ismail Amin
42. [KSFS - Cinta] Saat Harus Memilih - Ferdi Syarlin
43. [KSFS - Cinta] Preman Cantik - Unga
44. [KSFS - Sudut Pandang] Arisan Keluarga Sialan - Dian Retno Megawati
45. [KSFS - Sudut Pandang] Let Me Fly, Aisyah - Dian Retno Megawati
46. [KSFS - Ketabahan] Bunga - Iqbal Napsa
47. [KSFS - Cinta] Mama, Aku Jatuh Cinta - Iqbal Napsa
48. [KSFS - Sudut Pandang] Ayahku Seorang Popeye - Deen
49. [KSFS - Sudut Pandang] Harus Tetap Sekolah - Deen
50. [KSFS - Ketabahan] Sesungguhnya Setelah Kesusahan ada Kemudahan - Andi Tenri Pada
51. [KSFS - Ketabahan] Jeda Kehidupan - Valencia Cecillia Mayke Randa
52. [KSFS - Cinta] Arti Sebuah Pelukan - Valencia Cecillia Mayke Randa
53. [KSFS - Cinta] Guru Bulan - Inayah Mangkulla
54. [KSFS - Sudut Pandang] Optimisme Penjual Kerupuk - Aan Wulandari Usman
55. [KSFS - Cinta] Cinta Tak Biasa - Gaga
56. [KSFS - Ketabahan] Mengenang Sketsa Hidup yang Tersisa - A. Saputri Mulyana
57. [KSFS - Sudut Pandang] Segalanya Belum tentu adalah Cinta - Ulfa
58. [KSFS - Ketabahan]Demikianlah Tentang Sedih itu - Febty Febriani
59. [KSFS - Cinta] Kasih Anak Untuk Sebuah Cinta - Febty Febriani

Keep spirit teman2… smg tak pernah mati tuk terus berkarya!
Hmm,,, setelah ini, tak ada info lg dr dunia Anging Mammiri. Mungkin ada nama teman2 yg belum terpublikasi..

Citra Ideal Seorang Perawat

Oleh: Yana Yan*)


Selayang Pandang Dunia Keperawatan
Keperawatan, dunia yang sudah tak asing lagi untuk diperbincangkan. Ia telah menjadi warna yang ikut hadir dalam kehidupan manusia. Tersebar di seluruh pelosok tanah air. Masyarakat desa, apalagi masyarakat perkotaan, masing-masing telah menjamahnya. Tua-muda, kaya-miskin, semua mengenalnya. Berangkat dari sini, penulis mencoba berusaha menelisik lebih jauh tentang dunia keperawatan ini.
Melalui Seminar Nasional Keperawatan (1983), dirumuskan pengertian keperawatan, yaitu suatu bentuk pelayanan profesional sebagai bagian integral dari pelayanan kesehatan yang meliputi aspek bio-psiko-sosio-spiritual yang komprehensif. Pelayanan yang ditujukan kepada individu, keluarga, atau masyarakat yang sehat, maupun yang sakit, yang mencakup siklus hidup manusia. Nah, berbicara masalah keperawatan, tentu tak lepas dari sistem pelayanan kesehatan. Lebih mengerucut lagi, akan berbicara tentang perawat itu sendiri, sebagai subjek yang berperan langsung di dalamnya. Lantas, apa yang terlintas dalam benak kita saat pertama kali mendengar kata ‘perawat’?
Banyak jawaban tentu akan kita muntahkan, sesuai bagaimana kita mempersepsikannya. Perawat, seolah tak pernah lekang dari warna putihnya. Tapi, ini bukan masalah. Ada sisi lain yang perlu untuk kita tengok. Hingga kini, label ‘jutek’ masih menyelimuti tubuh perawat itu sendiri. Memang sulit untuk dinafikan, beberapa eselon masyarakat, masih beranggapan demikian. Paradigma perawat sebagai seorang bawahan atau ‘pembantu’ dokter, pun itu masih sering terjadi. Ironis,, memang! Padahal, perawat kini telah disanding dengan label ‘profesi’. Dan seringpula dikoar-koarkan sebagai mitra dari dokter itu sendiri. Benarkah?

Citra Ideal Seorang Perawat
Berangkat dari pengertian ‘keperawatan’ yang telah dirumuskan sebelumnya, maka saya dapat menarik sebuah garis merah, terkait dengan bagaimana citra ideal seorang perawat. Meski sebenarnya, sangat tidak gamblang bagi saya untuk merumuskan tentang bagaimana idealitas seorang perawat. Tapi semoga, ini bisa menjadi titik ukur bagaimana kita_seorang perawat_ mampu mencapai tingkat idealitas itu.
Sederhana, ketika saya mencoba untuk menyimpulkan idealitas seorang perawat itu yang seperti apa, cukup dengan berdalih pada pengertian keperawatan yang telah dibahas sebelumnya. Yaitu: mampu menanamkan nilai-nilai profesionalitas dalam dirinya sebagai seorang perawat. Lantas, yang seperti apa nilai-nilai profesionalitas itu? Adalah ketika pelayanan keperawatan yang dilakukan senantiasa berorientasi pada wawasan ilmu keperawatan yang pastinya senantiasa berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia. Dalam hal ini, kualitas seorang perawat tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan. Dan upaya profesionalisasi itu dapat direfleksikan melalui tindakan pelayanan keperawatan yang dilakukannya.
Sisi lain, salah satu hal yang perlu ada pada diri seorang perawat adalah senantiasa melestarikan kode etik yang berlaku sebagai sebuah profesi. Kapan dan dimana saja!
*) Mahasiswi Ners A ’07,
Ketua FLP Ranting Unhas

Minggu, 26 April 2009

Andar, Jangan BHP!

Oleh: Yana Yan*)

Terik Sang Surya mulai membuatku gusar. Peluh sudah tak sanggup kubendung. Ia kini tumpah membasahi jidat dan beberapa bagian tubuhku. Dan aku kembali mengusapnya, entah untuk yang keberapa kalinya.
“Hidup mahasiswa!!! Hidup mahasiswa!!!”
Aku menoleh, kutemukan segerombolan mahasiswa tengah memadati sisi kanan jalan menuju gedung rektorat kampusku. Sesekali terdengar teriakan-teriakan lantang dari Sang Orator yang terus membahana di ruang dengarku.
“Lagi demo ya Dik?” seorang wanita setengah baya tiba-tiba melontarkan pertanyaan untukku.
Udah tahu nanya! Aku bergumam dalam hati.
Aku menyumbangkan senyum manisku untuknya, lalu kuberikan sebuah anggukan, sebagai simbol tanda setujuku.
“Demo apa ya Dik?” lagi-lagi Ibu itu mengejar tanya.
“Ah,, Ibu ini,” batinku. Lalu kujawab pertanyaannya tadi dengan menggelengkan kepalaku. Dan akhirnya, Ibu itu diam. Mungkin karena sudah paham dengan kondisiku.
Angkot yang kutumpangi tiba-tiba berhenti. Padahal tidak biasanya angkot akan berhenti di jalan ini. Aku dan Ibu tadi saling berpandangan.
“Kenapa berhenti Pak?” seorang gadis berjilbab tepat di samping Ibu tadi akhirnya angkat bicara.
“Sepertinya kita tidak bisa lewat di jalan sana. Ada demo. Mahasiswa-mahasiswa itu akan bergerak mengelilingi kampus,” jawab Pak Sopir sambil membalikkan dirinya ke belakang, memandangi kami satu per satu.
“Angkot ini tidak bisa masuk ke kampus lagi. Coba lihat di depan sana, angkot-angkot pada berhenti. Malah ada yang berbalik arah.” Tambah Pak Sopir.
Benar juga.
“Ya sudah, saya turun di sini saja.” Kembali kubergumam. Aku pun melompat turun dan membayar ongkos.
Samar-samar, teriakan sang pendemo mulai ditangkap inderaku. Aku semakin tertantang untuk mendekati sumber suara itu.
Tiba di perempatan jalan, aku terhenti. Asaku membuncah. Nyaliku terpacu lebih cepat. Kobaran semangat dari mereka_mahasiswa-mahasiswa itu_ tiba-tiba menjilat naluriku. Diseberang jalan, mataku tiada henti mengumbar pandangan ke arahnya. Kepalannya, teriakannya, langkahnya, hentakan kakinya, jiwanya,,, semua membuatku bungkam tak berkutik. Memaksa jiwaku untuk menyumbangkan rasa salut dan bangga kepadanya.
“Kawan-kawan seperjuangan yang saya hormati dan saya cintai. Pendidikan kini menjadi barang mahal. Dan sebentar lagi, mungkin saja ia akan menjadi barang langka. Bukankah kemerdekaan itu hak segala bangsa? Bukankah salah satu misi Negara kita adalah ikut mencerdaskan kehidupan bangsa? Apakah dengan BHP misi itu akan terwujud? Dengan melilit perut dan leher kita? Saya yakin, bukan cara seperti itu yang kita tunggu kawan-kawan…”
Teriakan-teriakan itu terus terdengar lantang di angkasa. Nyaliku tiba-tiba bangkit, seiring dengan gentarnya mereka bersuara. Keinginanku untuk bergabung dalam barisan itu harus kutelan, meski terasa sangat pahit. Aku tak mungkin gabung bersama mereka. Kebisuanku, tak mungkin mampu mengobarkan semangat mereka, bahkan mungkin akan ciut melihatku diam di depan sana. Kebisuanku tak akan mampu menyelipkan daya guna buat teman-teman itu.
“Seandainya kalian tahu betapa aku ingin bergabung bersama kalian…” gumamku lirih.
“Andar?!! Kok bengong disini?” suara Retno tiba-tiba membuyarkan lamunanku.
Aku menggoyangkan kedua tanganku. Menjawab pertanyaan Retno dengan bahasa isyaratku. Kuyakin, Retno paham maksudku. Tentang rasa salutku terhadap teman-teman disana.
“Andar,, Jangan BHP!” Retno kembali bersuara.
Aku mengernyitkan dahiku tanda tak mengerti.
“Jangan BHP! Jangan Buat Hidup Pincang!” Retno menjelaskan.
Aku kembali mengernyitkan dahi. Aku semakin bingung dengan ucapan Retno barusan.
“Hmm,, jangan pernah buat hidup kita jadi pincang dengan segala keinginan kita yang belum nyata. Aku tahu, keinginanmu sedari dulu untuk bisa menjadi orator ulung seperti mereka. Tapi, jangan sampai keinginan yang membuncah itu membuat kita menjadi hamba yang tak bersyukur. Coba kita lakukan sisi lain. Aku yakin, setiap orang punya potensi masing-masing yang orang lain belum tentu punya. Tapi terkadang, banyak diantara kita yang tak pernah menyadari hal itu. Jangan pernah bercermin kepada orang atas mimpi-mimpi yang akan kita rajut. Karena sebenarnya kitalah yang menentukannya, bukan siapa-siapa,” terang Retno panjang lebar.
Aku semakin tak berkutik. Kali ini, bukan karena teriakan Sang Orator itu, tapi karena bisikan Retno yang sungguh lebih mengikis nuraniku. Kutatap sahabatku itu, dan kurangkul segera.
Terima kasih Rabb, Kau izinkanku bertemu dengannya.

***


*) Ketum FLP (Forum Lingkar Pena) Ranting Unhas

Mendesign Mahasiswa Sejati di Tengah Gempuran Globalisasi

Oleh: Yana Yan*)

“Dunia akan memberikan jalan bagi mereka yang tahu ke mana harus melangkah”
(Ralph Waldo Emerson)
Gempuran globalisasi kini semakin nyata. Seolah tak ada yang sanggup mengelak. Setiap sudut kehidupan berhasil ia jamah. Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, itulah realita yang harus dihadapi. Terbongkarnya pintu yang membatasi antara budaya luar dengan budaya ketimuran kita, melahirkan bermacam dampak darinya. Alhasil, dampak positif dan negatif pun terurai bebas di setiap jengkal kehidupan. Bahkan tak jarang akan berujung pada hilangnya identitas ke-timur-an kita.
Mahasiswa, sebagai salah satu bagian dalam bingkai kehidupan, seolah tak luput darinya. Dengan segala ranah yang tergolek di dalamnya, bahkan bisa membius siapa saja yang tak punya kekebalan tubuh untuk menghadapinya, termasuk mahasiswa. Segala sendi seolah telah bersatu dalam ruang yang sama. Jiwa yang lemah tentu akan ikut tergilas olehnya. Adakah daya yang bisa membuatnya bangkit?

Bersandiwara dalam Peradaban Mahasiswa
Kampus, tentu identik dengan ruang lingkup mahasiswa. Idealnya, kampus tak hanya dijadikan tempat untuk mencetak ‘manusia berijazah’. Bukan pula dijadikan sebagai tempat untuk mengoleksi kawan, apalagi lawan. Serta tidak juga dijadikan tempat untuk mengumbar segala yang ia punya, yang bisa membuat mata menjadi nanar bagi setiap orang yang memandangnya.
Sejatinya, kampus adalah tempat pencarian ilmu Sang Mahasiswa, dalam setiap sudutnya. Sehingga kelak ia bisa terlahir sebagai seorang intelektual produktif, tak hanya sekedar menuai ijazah. Bahkan, kampus seyogyanya dijadikan tempat untuk bersilat lidah. Bukan untuk mencari lawan, tapi untuk mengupas kebenaran bersama kawan. Membedah potensi yang masih bersembunyi. Membuka kerang yang masih terkungkung dalam tubuhnya. Melejitkan asa yang sebelumnya masih kerdil. Mengusung sebuah tekad dalam menggulirkan kebenaran dan keadilan. Menyeret keadilan yang tergilas oleh keserakahan. Dan kemudian, mengguyurnya dengan nilai-nilai yang bermoral. Kampus! Di sanalah Sang Mahasiswa mengaisnya.

Mengenal Sosok Mahasiswa Sejati
No body’s perfect. Benar! Tak ada manusia yang sempurna. Tapi, setiap orang punya hak untuk mencapai derajat kesempurnaan itu. dan dialah sosok manusia sejati. Begitu pula dengan sosok mahasiswa sejati, adalah dia yang terus mengais dan mencari untuk mendekati kesempurnaan.
Ralph Waldo Emerson, mengawali perbincangan kita pada lembaran ini. Cukup menggelitik! Seolah menegaskan bahwa pintu kesuksesan akan terbuka buat mereka yang telah merancang jalan menuju pintu itu. Artinya, segala kesiapan telah ia lakukan. Tak gamblang memang berbicara tentang sosok kesejatian seseorang/sesuatu. Karena ia akan mengungkit segala bentuk kemungkinan, bahkan ketidakmungkinan. Tapi tak ada yang salah. Karena segala kemungkinan bisa saja terjadi. Bahkan ketidakmungkinan sekalipun. Berangkat dari sini, menemukan sosok mahasiswa sejati memang bukan hal yang mudah. Ia bisa menjadi barang yang langka. Lalu, bagaimanakah sosok mahasiswa sejati itu?
Secara umum, mahasiswa sejati adalah mahasiswa yang senantiasa haus akan ilmu dan kebenaran. Tidak membiarkan dirinya diselimuti oleh ketidaktahuan yang berkepanjangan. Dan inilah hakekat mahasiswa sebagai seorang pembelajar. Di sisi lain, mahasiswa sejati adalah ia yang mampu menciptakan karya dan mempersembahkannya buat orang lain. Dan inilah hakekat mahasiswa sebagai makhluk sosial. Selain itu, mahasiswa sejati adalah ia yang tak pernah bosan mengumbar dan mempertahankan idealisme yang ia yakini. Tentu yang dimaksud adalah idealisme yang bermoral. Dan inilah hakekat mahasiswa sebagai seorang manusia. Sebagai kesimpulan, mahasiswa sejati adalah ia yang tak kenal lelah untuk mencari dan mempersembahkannya buat orang-orang disekitarnya. Karena sebagai manusia, mahasiswa tercipta sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Mahluk individu yang kreatif dan berkepibadian, sehingga tak akan mati tergilas era globalisasi. Serta menjadi makhluk sosial, sehingga tak akan hilang dihempas angin globalisasi. Itulah design mahasiswa sejati yang dinanti peradaban manapun!
Tak peduli seberapa banyak kesempatan yang kita miliki, tapi yang terpenting adalah seberapa banyak kesuksesan yang kita ukir dari setiap kesempatan yang ada”
***

*) Ketua umum FLP Ranting Unhas

Sabtu, 25 April 2009

Menulis: Mozaik Yang Tak Pernah Pudar Oleh: Yana Yan*)

“Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Karena menulis adalah bekerja untuk keabadian...”
(Pramoedia Ananta Toer)

Panorama hidup terus saja menggelinding. Bersama waktu, ia mengalir. Menjejaki hari dalam setiap bingkainya. Tak ada yang mampu menyetelnya, selain kehendak Sang Pencipta. Berbagai warna terus tertoreh dalam bingkai yang kita sebut kehidupan. Wacana-wacana juga hadir menghiasi setiap sudutnya. Membahana dalam ruang dengar kita. Mengumbar berbagai cerita yang telah terpotret dunia. Seiring berputarnya waktu, sejarah akhirnya terangsang untuk mencatatnya. Biar ia tak punah ditelan masa. Dan kata, kemudian mengikatnya dalam sebuah bingkai yang kita sebut tulisan.

Mengukir Sejarah Lewat Tulisan
Menulis, artinya mengartikulasikan peradaban manusia dalam sebuah media. Menjadikannya abadi, tanpa takut tertelan masa. Realita pun terus dikenang. Meski sandiwara-sandiwara hidup terus saja bermain dengan sangat liarnya.
Sekedar merenungi sejarah masa silam, tahun 2001, seolah menjadi milik DR. 'Aidh al-Qarni. Kala bukunya “La Tahzan”, menjadi best seller. Namanya menjulang tinggi. Lima tahun berikutnya (tahun 2006), kesempatan emas berpindah tangan ke Habiburrahman El Shirazy. “Ayat-Ayat Cinta” miliknya, menjadikannya bagai raja pena. Seolah tak ada yang tak mengenal dirinya. Semua terangsang membedah karya mega-best seller itu. Tak berapa lama kemudian, terlahir lagi Andrea Hirata. Melalui novel tetraloginya (Laskar Pelangi, Edensor, Sang Pemimpi, dan Maryamah Karpov), namanya pun mendulang. Mereka genggam kejayaan lewat menulis. Mereka ukir sejarahnya lewat tulisan.

Karena Kata Tak Pernah Mati
Sedikit menoleh kebelakang, melihat perjalanan sejarah bangsa ini. Bung Karno, presiden perdana Republik Indonesia. Banyak sejarah yang ia ukir. Bukan hanya lewat teriakannya sebagai seorang orator ulung. Tapi lebih dari itu, ia kugkung sejarahnya diatas sebuah kertas. Ia museumkan kisahnya melalui goresan pena. Dan lihatlah, Indonesia masih mengenalnya, hingga saat ini. Gaung Bung Karno masih terdengar. Bung Karno masih hidup!
Tengok pula seorang Soe Hok Gie. Pergulatan pemikiran dan perjuangan Sang revolusioner itu hadir ditengah karyanya. Satu diantaranya adalah Catatan Seorang Demonstran. Perjalanan hidup seorang Gie dapat kita jamah. Fenomena-fenomena besar dalam hidupnya ia muntahkan dalam setiap lembaran tulisannya. Ia tancapkan kisahnya di Gunung Semeru dengan penanya. Gie menggulirkan bongkahan batu di dalam dadanya, dan menjadikannya gerak nyata dengan menulis tinta. Lagi-lagi, pena menghidupkannya. Ia menunjukkan sebuah teater spektakuler dalam memainkan sandiwara hidupnya.
Meski waktu demikian panjang, tapi ruang kita sungguh sangat terbatas untuk menjejaki semua ceritanya. Maka, tak berlebih jika kita membiarkan tulisan-tulisan itu berkata. Biarkan sejarah mencatatnya, mempropagandakan nilai-nilai kebaikan. Karena kata tak pernah mati!

Yang Tertulis Akan Abadi Sebagai Pesona Perlawanan
Napoleon Bonaparte, panglima perang Perancis tersohor bahkan pernah takut dengan pena. Katanya, dia lebih baik berhadapan dengan seratus orang bersenjatakan bedil, daripada harus berhadapan dengan sebuah tulisan pena seseorang. Sang Napoleon seolah menegaskan, betapa dahsyatnya makna sebuah tulisan. Hingga ia mampu disandingkan dengan sebuah senjata bedil, bahkan mampu melebihi kekuatannya.
Lihat saja bangsa ini. Zaman penjajahan membangkitkan asa para pejuang kita dalam memperjuangkan sebuah kemerdekaan. Mereka menyeret langkah melawan kemunafikan-kemunafikan. Tengoklah Bung Karno, Sultan Hasanuddin, R.A. Kartini, Chairil Anwar, dan masih banyak lagi. Kisahnya sampai saat ini masih terdengung dalam benak kita. Karena sejarah telah mencatatnya. Dan hingga kini, mereka tetap menyisakan catatan-catatan emas yang masih tersimpan rapi dalam lembaran-lembaran buku sejarah kita.
Kawan! Sudah sepantasnya kita mengukuhkan diri melalui sebuah karya. Sudah saatnya kita mencegah terjadinya kemandulan berkarya. Ketika rahang tak lagi mampu menggertak, biarkan tulisan menggertaknya. Menikam segala bentuk kebiadaban zaman. Mengguyur segala bentuk ketidakadilan dengan sejuta makna yang terkandung. Merogoh segala bentuk puncak ketegangan. Menenggelamkan multikrisis yang kian menempa. Dengan mengusung sendi-sendi kebajikan. Mengumpulkan puing-puing kebenaran yang masih berserakan. Membentuk sebuah dinamika hidup yang abadi dan bermoral. Jadikan ia sejarah yang layak untuk diwariskan. Biarkan ia menjadi prasasti-prasasti indah yang siap tuk dikenang di kemudian hari. Agar generasi tak akan tersesat, meski dalam negaranya sendiri.
Jangan pernah menyumbangkan diri kita sebagai manusia yang berintellectual abortus, seperti yang pernah diungkapkan oleh Jabir, dalam menjabarkan pemikirannya tentang Sketsa Pemikiran Soe Hok Gie. Dan tahukah siapa intellectual abortus itu? Dialah orang-orang yang terlalu cepat mati (mati muda) sebelum sempat melakukan kerja besar dari pemikiran-pemikirannya.
Sekali lagi kawan, menulislah ! Jangan biarkan kertas-kertas putihmu kosong melompong, tanpa bekas sedikitpun. Jangan biarkan hatimu resah melihat ketidakberesan dunia. Jangan biarkan kebusukan-kebusukan hidup berlalu begitu saja, dan hilang diterpa angin tanpa menyisakan jejak sedikitpun. Bangkitlah dari mimpi-mimpi kosong. Jangan biarkan ketakutan seorang Taufik Ismail menjadi nyata. Menyaksikan Indonesia semakin giat melahirkan generasi yang pincang menulis. Teruslah berkarya, dan biarkan dunia melihatnya. Karena aku, kamu, kita semua,,,adalah Sang Penulis Sejati. Karena menulis adalah bekerja untuk keabadian. Tak penting seberapa banyak kesempatan yang kita miliki. Yang terpenting, seberapa banyak kesuksesan yang kita toreh dari setiap kesempatan yang kita punya.
Dan, izinkan kuakhiri goresanku dengan mengutip tulisan Soe Hok Gie (And The Sixth Rider is The Fear) dalam Zaman Peralihan yang mengomentasi tentang rasa takut, : ” Manusia, adalah apa yang dipikirkannya. Jika anda adalah seorang yang berani dan jujur, dan itu yang anda pikirkan, tidak ada sesuatu pun yang bisa mengubahnya.”
***
Makassar, 19 April ‘09

Selasa, 21 April 2009

Sajak-sajak Yana Yan

Jejak Sejarah Hari Ini

Pesta demokrasi baru saja dirayakan
Hati, mungkin mulai resah
Menanti apa jawabnya gerangan
Tak ada yang tahu
Apa yang terjadi besok, lusa, dan seterusnya
Namun,
Dengan segenap pengharapan,
rakyat terus menanti
Dengan penuh kesabaran,
rakyat terus meringkih
Adakah mimpi yang kelak nyata?
Melihat negerinya menjadi bersih,
dari noda yang selama ini tak pernah lekang

Kini,
Sejarah mulai terangsang
Mencatat segala fenomenanya
Mengukir cerita tuk hari esok
Ya, hari ini
Kan menjadi bagian kenangan masa depan
Adakah cerita indah untuk kita sisakan?
Tuk kita ceritakan
Buat anak cucu kita kelak??


Cerita tentang Rakyat


Rakyat terus mengusung kebenaran
Tapi pecuma, keadilan tak berpihak
Rakyat terus mengusung kedamaian
Tapi sayang, perdamaian tak menoleh
Rakyat terus mengusung nasionalisme
Tapi miris, orang-orang tak pernah paham
Rakyat terus mengusung kesabaran
Tapi nihil, orang-orang tak pernah sadar

Kini, rakyat hanya bisa menjerit
Meringkih dalam dekapan keluarga
Sembari menyembunyikan asa
Dan menggelindingkan ego
Karena Kau tak pernah tahu
Dan semoga bukan karena tak mau tahu

Selasa, 14 April 2009

Cerita Dibalik Penantian

Oleh: Yana Yan



“Mobilnya mana nih Nis? Kok belum nongol-nongol juga,” gerutuku kepada Nisa.
“Iya, udah jam sembilan neh. Takut kemalaman ke kota,” Alya menambahkan, lalu melangkah sedikit ke depan, mengayunkan tangannya ke samping setelah melihat penampakan sebuah mobil dari kejauhan. Bersiap-siap menghentikannya.
“Iya, sabar dikit napa? Tuh, smoga itu mobilnya. Smoga mau berhenti.” Nisa pun melangkah mendekati Alya, memasang gaya yang sama. Ini untuk yang kesekian kalinya. Setelah sebelumnya juga melakukan hal yang sama pada setiap mobil yang akan melintas. Tapi hasilnya, nihil! Kalo bukan truk, mobil pribadi, ataupun mobil pertamina saja yang melintas.
“Yahh,, mobil pribadi lagi…” aku kembali berceloteh dibelakang.
“Eh, lihat. Mobil itu berhenti!” ucap Alya sedikit lebih keras.
“Hmm,,mobil itu benar-benar berhenti. Padahal mobil pribadi. Smoga saja niatnya mau menolong kami-kami ini,” ucapku lirih, sambil bangkit dari dudukku. Berjalan menghampiri Nisa dan Alya yang sudah mendekati mobil yang berhenti itu.
“Al, Nay, naik mobil ini saja ke Pinrang kota. Bapak ini bersedia ngasih tumpangan kok,” bisik Nisa beberapa menit setelah ia berbicara dengan orang-orang yang ada di dalam mobil itu.
“Tak ada pilihan, hari semakin malam. Dari tadi kita menunggu, mobil penumpang belum datang-datang juga. Biarlah, kita numpang di sini saja. Bersyukur, sudah ada yang mau menolong kita,” jawabku, sambil menoleh ke Alya. Alya mengangguk tanda setuju.
“Ya sudah. Hati-hati ya… kasih info kalo udah nyampe.” Sambil membantu memasukkan tas kami ke dalam mobil, Nisa pun menyalami kami.
“Hati-hati…” kembali Nisa berbisik.
***
“Nay, jangan tidur ya. Tahan dulu ngantuknya. Bagaimanapun, kita harus waspada.” Alya menyodorkan HPnya, dan memperlihatkan tulisan ini. Ya, aku paham. Tidak mungkin Alya ngomong langsung ke saya, takut kedengaran ma orang-orang di mobil ini.
Meski di dalam mobil ini ada 1 orang cewek, tapi sumpah kami was-was juga. Takut kenapa-napa. Bayang-bayang kasus hipnotis bergelayut ria di benakku. Ah, semoga tidak!
Dasar aku yang sudah tak mampu lagi menahan kantuk, akhirnya tertidur juga. Peringatan Alya tadi tak mampu kuterapkan. Kelelahan pasca perjalanan dari gunung tadi benar-benar membuatku tak mampu berkutik. Aku terlarut di punggung Alya.
***
“Napa Al, udah nyampe?” sambil mengucek-ngucek mata, aku memandang keluar. Melongo kebingungan.
Kok tidak terasa? Ya iyalah, wong dari tadi udah tertidur pulas.
“Iya, ayo bangun, kita udah nyampe. Tuh, abangku udah nunggu di depan sana.” Alya pun turun dari mobil. Aku membuntuti, sambil menenteng tasku.
“Al, bayar berapa nih?” bisikku ke telinga Alya, sekecil mungkin.
“Ngga’ usah bayar kali.” Jawab Alya singkat, lalu ia mendekati mobil tadi. Menutup pintu bagian tengah, tempat dudukku tadi. Sambil tersenyum, Alya mengucapkan terima kasih kepada mereka, para penghuni yang berada di dalam mobil itu.
***
“Siapa Al?”
“Hasan, cowok yang tadi di mobil itu.”
“Ngapain malam-malam gini nelpon.”
“Ntahlah,,, katanya cuma menginfokan saja kalo dia udah di Barru.”
“Trus?”
“Dia ngajak ketemuan kapan-kapan,” jawab Alya lesu, sambil melempar badannya ke atas kasur.
“Hmm,,sembarangan tuh orang. Jangan-jangan…”
“Napa Nay?”
“Kamu juga Al, bisa-bisanya ngasih nomormu. Kamu nggak takut?”
“Ya takut juga sih. Tapi tadi benar-benar nggak mikir apa-apa. Kamu juga sih, pake acara tidur. Dibilangin nggak usah tidur.”
“Kecolongan Al, ngantuk berat. Hmm,,ganti nomor saja Al.”
“Liat nantilah. Kalo dia nelpon lagi, aku nggak bakal angkat.”
HP Alya kembali berdering…
“Nay, dia lagi!” bisik Alya.
“Nggak usah angkat!”
Panggilan itu akhirnya berhenti juga. Tapi, tiba-tiba ada SMS masuk.
Met tidur,,,Mimpi yg indah y!kpn2 gw hubungi lg, kpn & d mn qt bs ketemu. sampe ktmu d Mkssar…
“Maksudnya??!!” aku dan Alya berteriak hampir bersamaan.

Sabtu, 11 April 2009

Info FLP Lagi…

Subject: [FLP] Beasiswa “Menulis Karya Terobosan”

Salam Book House kerja bareng dengan Forum Lingkar Pena Jawa Barat mempersembahkan:
Beasiswa “Menulis Karya Terobosan”, tiga hari full dan tiga bulan masa pendampingan senilai Rp 3 juta..Kelas menulis gratis untuk 15 penulis terseleksi. Mendatangkan mentor-mentor skala nasional, ruang kelas representatif, bersertifikat, dan para alumnus berpeluang besar untuk berkarir di dunia penerbitan.
Anda akan memperoleh gratisan materi FIKSI dan NON FIKSI:
1. Menulis novel terobosan;
2. Menulis naskah anak terobosan;
3. Menulis naskah non fiksi terobosan;
4. Taktis menyunting naskah.

Mereka yang akan mengisi kelas-kelas taktis ini antara lain:
1. Bambang Trim; praktisi perbukuan, penulis lebih dari 70 buku, Direktur Salamadani Publishing;
2. Ali Muakhir; penulis 300 judul lebih buku anak, pemegang rekor MURI buku terbanyak, peraih Adikarya Ikapi.
3. Tasaro: Peraih dua kali Adikarya Ikapi, FLP Award, penulis novel best seller Galaksi Kinanthi, chief editor Salamadani Publishing.
Anda yang ingin bergabung, syaratnya luar biasa gampang.
1. Berkomitmen untuk menyebarluaskan ilmu yang didapat selama pendidikan;
2. Belum punya karya yang dipublikasikan;
3. Punya keinginan belajar yang kuat.
Anda yang tertantang, segera kirim karya tulis bertema “Buku” dalam bentuk bebas! (boleh cerpen, essay, atau features) beserta CV Anda paling lambat 1 Mei 2009 cap pos. Kirimkan naskah Anda ke Salamadani Publishing, Jalan Pasirwangi I no 3, Soekarno Hatta Bandung atau E-mail arul_bandung@yahoo.co.id
Sebanyak 15 peserta yang lolos seleksi akan diundang dalam lounching program beasiswa ini berbarengan dengan peluncuran Salam Book House di Jalan Pasirwangi No 1, Soekarno Hatta Bandung, tanggal 17 Mei 2009, bertepatan dengan Hari Buku Nasional.

CP: Ricky Cahya: 08179258215
Salman Iskandar: 081573059133
Nunung Nur Hasanah: 02270422133
nb: biaya akomodasi ditanggung peserta

Minggu, 29 Maret 2009

Workshop Kepenulisan FLP Unhas Membludak

Hari itu, Ahad, 22 Maret 2009, pukul 08.00-17.30, Workshop Kepenulisan kembali digelar oleh FLP Ranting Unhas. Dengan mengusung tema Lejitkan potensi melalui ukiran pena, kami beharap semoga peserta mampu menemukan potensi dan mampu mengaplikasikannya kelak,” begitu apa yang dipaparkan oleh Ketua FLP Ranting Unhas, A. Saputri Mulyanna. “Workshop kepenulisan adalah salah satu kegiatan rutin dalam dunia pergerakan FLP. Ini adalah kali ke-2 selama periode kepengurusan tahun ini,” tambahnya.
Bertumpuk asa diraih para pengurus dan panitia FLP Unhas kala melihat jumlah peserta yang cukup membludak. Tak tanggung-tanggung, sedikitnya 154 orang menyesaki ruang LT. 8 Unhas. Diantaranya berasal dari berbagai universitas/ perguruan tinggi yang tersebar di Makassar, termasuk Unhas sendiri. Juga hadir beberapa siswa/i SMA. Kegiatan yang bekerjasama dengan PJI (Persatuan Jurnalistik Indonesia) Sul-Sel ini menghadirkan 4 pemateri yang cukup handal di bidangnya. Diantaranya: Nasrullah Nara (Ketua PJI Sul-Sel, Kepala Biro Kompas Sulawesi & Indonesia Timur) selaku pemateri Press Rilis (Kiat mempermudah karya menjadi layak muat). Kemudian disusul oleh Aan Mansyur (Manager Kafe Baca Biblioholic), membawakan materi Tekhnik Penulisan Puisi. Selanjutnya, Dul Abdul Rahman (Dewan Penasihat FLP Wil. Sul-Sel), sebagai pemateri Tekhnik penulisan essay. Dan terakhir, hadir Bang Basri (Cerpenist, Kru Fajar), sebagai pemateri Tekhnik penulisan cerpen.
Nur fitri, ketua panitia, menambahkan: ”Semoga peserta-peserta yang hadir ini betul-betul bisa meraih manfaat setelah mengikuti kegiatan ini.”

Rabu, 25 Maret 2009

Info Lomba Terbaru 2009

Lomba Desain Header Blog 2009
Dalam rangka “grand opening” situs shodiq.com pada Maret 2009 ini, kami menyelenggarakan lomba cipta desain header untuk situs ini. Di satu sisi, kami mendukung berkembangnya kreativitas desain di internet, khususnya desain header. Sedangkan di sisi lain, kami berharap situs ini tampil lebih memikat.

Panitia menyediakan hadiah sebesar Rp 1.500.000,- (satu juta limaratus ribu rupiah) untuk tiga orang pemenang yang terpilih. Juara pertama berhak mendapat hadiah uang sebesar satu juta rupiah, juara kedua: tigaratus ribu rupiah, juara ketiga: duaratus ribu rupiah. Karya diterima selambat-lambatnya tanggal 20 April 2009. Untuk info lebih lanjut, lihat
http://muhshodiq.wordpress.com/2009/03/15/lomba-desain-header-shodiqcom-2009/







Lomba Karya Tulis Pemuda 2009Monday, March 2nd, 2009 LOMBA KARYA TULIS PEMUDA TINGKAT NASIONAL dan PENGHARGAAN UNTUK PENULIS ARTIKEL KEPEMUDAAN

Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena menyelenggarakan Lomba Karya Tulis dan Penghargaan untuk Penulis Artikel Kepemudaan.

Persyaratan Lomba Karya Tulis:
1. Naskah berbentuk “esai” dengan tema “Kepemimpinan Pemuda”.
Peserta dapat memilih salah satu dari sub-sub tema berikut):
a. Pemuda di Kursi Kepresidenan Indonesia
b. Pemimpin Muda Idaman.
c. Menjadi Pemimpin di Era Krisis Global.
d. Mencari Wadah Pencetak Pemimpin Bangsa.
e. Menjadi Pemimpin Lokal Berpikiran Global.
f. Jika Perempuan Menjadi Pemimpin Indonesia.
g. Budaya Baca Calon Pemimpin Bangsa.

2. Lomba dibagi dalam 3 kategori: pelajar, mahasiswa, dan umum.
3. Lomba terbuka untuk semua WNI berusia 15-35 tahun.
4. Esai tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur
pornografi.
5. Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan, atau saduran.
6. Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak/elektronik
dan tidak sedang diikutkan dalam lomba sejenis.
7. Naskah ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik, diketik di kertas
A4, font Times New Roman, 6-12 halaman, spasi ganda.
8. Mencantumkan kategori di sudut kiri amplop pengiriman naskah.
9. Nama penulis harus diletakkan pada halaman terpisah dengan lembar
naskah
10. Naskah dikirim rangkap 3 (tiga).

Persyaratan Penghargaan Penulis:
1. Artikel telah dimuat di media massa cetak antara bulan Oktober 2008 – April 2009 yang bertema Kepemudaan.
2. Melampirkan artikel (atau fotokopinya) yang telah dimuat sebanyak tiga rangkap.
3. Lomba terbuka untuk umum (tanpa batasan usia)
4. Artikel tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur pornografi.
5. Mencantumkan “Penghargaan Penulis” di sudut kiri amplop.

Persyaratan Teknis :
1. Pengiriman naskah disertai dengan fotokopi identitas diri (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor dan biodata singkat: nama, alamat lengkap, nomor telepon/handphone, e-mail). Untuk pengiriman email, identitas diri dapat discan (dengan resolusi secukupnya).
2. Pengiriman naskah lomba esai atau penghargaan penulis dikirim ke:
Panitia Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional dan Penghargaan Penulis
Jl. Rasamala Raya No 20 Depok Timur 16418
Naskah lomba juga dapat dikirim melalui email: lomba.menpora@gmail.com
(identitas diri dapat discan).
3. Naskah ditunggu selambat-lambatnya tanggal 5 Mei 2009

HADIAH setiap kategori dan Penghargaan Penulis:
Juara I: Rp2.500.000,-
Juara II: Rp2.000.000,-
Juara III: Rp1.500.000,
3 pemenang hiburan @ Rp500.000,-

* Pengumuman pemenang dapat dilihat di http://www.forumlingkarpena.net
dan http://forumlingkarpena.multiply.com pada 1 Juni 2009.

Acara ini diselenggarakan oleh :
Deputi Pengembangan Kepemimpinan Pemuda Kementerian Pemuda dan
Olahraga bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena

Didukung oleh: ANNIDA & Lingkar Pena Publishing House

Keterangan lebih lanjut hubungi
Maryati (021) 573 8158, HP: 085813144822
Koko 0813 67675459
Denny 0899 9910037

Share
Tags: lomba, lomba pemuda, lomba tulis
Posted in Mahasiswa, Pelajar, Umum | 5 Comments »






Lomba Desain Poster 2009

Friday, February 27th, 2009 LATAR BELAKANG.

Pameran DEEP Indonesia 2009 adalah sebuah pameran internasional yang memamerkan perkembangan aktivitas selam, wisata petualangan dan olah raga air di Indonesia, yang akan diselenggarakan mulai tanggal 27-29 Maret 2009 di Hall A, Jakarta Convention Center.

Deep Indonesia 2009 memiliki sasaran untuk mempromosikan industri wisata bahari melalui kegiatan selam, olah raga perairan dan wisata petualangan sekaligus mengajak masyarakat untuk mencintai laut dan sumber daya kelautan. Salah satu tujuan dari pameran DEEP Indonesia 2009 adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konservasi lingkungan hidup terutama lingkungan hidup kelautan dan sumber daya kelautan. Tujuan inilah yang menjadi dasar dari diselenggarakannya Lomba Desain Poster Digital oleh PT. Exhibition Network Indonesia, sebagai penyelenggara pameran bekerjasama dengan Coremap II, sebuah lembaga rehabilitas terumbu karang di bawah Departemen Kelautan & Perikanan.

DEEP Indonesia 2009 didukung sepenuhnya oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Departemen Kelautan dan Perikanan, Kementerian LIngkungan Hidup dan Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata secara resmi telah mencanangkan pameran DEEP Indonesia sebagai salah satu agenda nasional untuk pengembangan industri selam dan wisata bahari di tanah air. DEEP Indonesia 2009 juga mendapat dukungan penuh dari media-media komunitas terkait tingkat internasional.

LINGKUP KARYA DAN PESERTA LOMBA.

Kompetisi desain poster dalam wujud digital untuk pelajar SMU dan mahasiswa sekolah/perguruan tinggi se-Indonesia.

Poster merupakan medium komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan yang singkat tetapi padat, dan impresif karena ukurannya yang relatif besar. Desain poster digital yang dimaksud adalah karya poster dibuat dengan menggunakan program grafis di komputer atau dibuat/ digambar secara manual kemudian dipindai (scanned) atau difoto digital agar berwujud digital. Tujuan digitalisasi ini adalah agar mempercepat, mempermudah dan mengurangi pengeluaran biaya pencetakan. Walaupun bentukan akhirnya adalah digital, tetapi peserta lomba dianjurkan untuk melakukan penilaian ulang mengenai faktor ukuran sebenarnya dari poster tersebut; yaitu setara dengan 60 x 90 cm.

Peserta lomba adalah khusus pelajar SMU dan mahasiswa di sekolah/perguruan tinggi se-Indonesia, yang masih aktif dan memiliki bukti yang kuat atas statusnya tersebut dari sekolah/perguruan tinggi tempatnya berada.

OBJEKTIF LOMBA.

a. Tema poster: “Keharmonisan Manusia dengan Terumbu Karang untuk Ikan Berlimpah”

b. Target poster: sasaran utama komunikasi adalah untuk para nelayan, sasaran sekundernya adalah masyarakat luas.

c. Tujuan poster:
- mengkomunikasikan tema,
- menggugah para nelayan dan masyarakat umum untuk menjadi individu/komunitas yang aktif berpartisipasi menjadi agen pelestari lingkungan hidup dan sumber daya kelautan, - menghidupkan kecintaan para nelayan dan masyarakat umum akan manfaat kelestarian alam untuk kekayaan potensi kehidupan laut, serta keindahan alamnya,
- menggugah kesadaran para nelayan dan masyarakat umum agar melakukan upaya pencegahan individu/kolektif atas perusakan kehidupan kelautan.

d. Anjuran:
Peserta lomba dianjurkan untuk memperdalam referensi tentang tema lomba, membangun esensi masalah dan sasaran komunikasi (terutama cara pemilihan kata-kata yang cocok untuk para nelayan), serta mengkaji manfaat desain dan fungsi poster.

KETERANGAN TEKNIS LOMBA.

a. Format karya poster:
- karya asli: dibuat dengan format RGB, tiff, ukuran 3543 x 5315 pixels (setara dengan 60 x 90 cm, 150 pixels/inch), posisi vertikal,
- thumbnail (perkecilan) karya: dibuat dengan format RGB, jpg, ukuran 534 x 800 pixels (setara dengan 9 x 13.5 cm, 150 pixel/inch), posisi vertikal, file size < 220 KB.

b. Ketentuan karya:
- teknis dan gaya visualisasi bebas, orisinal, asli 100% buatan sendiri dan tidak memakai elemen yang melanggar hak cipta dan etika pembuatan karya cipta (bukan tiruan atau jiplakan),
- apabila ada pembuktian pelanggaran ketentuan ini, karya akan dianulir dan/atau dibatalkan penghargaannya,
- karya bisa berupa hasil kerja individual atau kolaborasi dengan mengatasnamakan salah satu individu yang terlibat penuh dan memenuhi persyaratan sebagai peserta,
- karya bisa dibuat dengan menggunakan program grafis di komputer atau dibuat/digambar secara manual kemudian dipindai (scanned) atau difoto digital, sehingga berwujud digital,
- hak cipta seluruh karya yang diterima panitia merupakan milik masing-masing peserta. Panitia, penyelenggara dan pihak sponsor berhak mempublikasikan karya tersebut dengan memberi informasi/kredit pemilik hak ciptanya.

c. Ketentuan isi paket/amplop pengiriman karya:
- 1 buah CD (compact disc) berisi karya asli dan thumbnail karya
- 1 buah komputer printout karya ditempel ke atau pada kertas A4 tebal
- 1 formulir registrasi lomba (cetakan/printout/ foto kopi) yang sudah diisi lengkap (biodata dan penjelasan/rasionalisasi karya)
- 1 buah copy KTP
- 1 buah copy kartu pelajar atau mahasiswa
- 1 surat keterangan yang menyatakan pelajar atau mahasiswa yang masih aktif.
- Tulis “Lomba Desain Poster Deep Indonesia 2009” pada sudut kiri atas amplop dan amplop tidak digulung/dilipat.

d. Waktu dan alamat pengiriman karya:
- paket/amplop karya selambat-lambatnya diterima di alamat panitia tanggal: 20 Maret 2009, jam 17.00 wib (BUKAN CAP POS)
- karya dikirim langsung/via pos ke alamat panitia.

PENJURIAN.

Seluruh karya terkirim akan mendapat kesempatan dinilai oleh dewan juri, satu nama peserta hanya punya kesempatan untuk mendapat satu penghargaan. Dewan Juri terdiri dari praktisi/desainer senior, pendidik/dosen DKV dan wakil dari penyelenggara dan sponsor (Xnet & Coremap).

Hal yang dijadikan dasar penilaian juri adalah:
- orisinalitas karya,
- kesesuaian tema dan konsep desain,
- lingkup kedalaman eksplorasi tema serta komunikatif dalam menyampaikan pesan,
- inovasi serta sisi artistik penyajian visual.

PENGHARGAAN

Pemenang kompetisi ini akan mendapatkan sertifikat dan hadiah apresiasi, dalam bentuk sebagai berikut:
a. Pemenang pertama: uang Rp. 5.000.000,-dan hadiah hiburan sponsor
b. Pemenang kedua: uang Rp. 3.000.000,- dan hadiah hiburan sponsor
c. Pemenang ketiga: uang Rp. 2.000.000,-dan hadiah hiburan sponsor
d. Beberapa peserta finalis lainnya akan mendapat hadiah dari sponsor.

Karya pemenang, finalis dan beberapa karya peserta yang layak, akan dipamerkan di acara DEEP Indonesia 2009, tanggal 27-29 Maret 2009 di Hall A, Jakarta Convention Center, dan akan diberikan sertifikat tanda keikutsertaan pameran dan publikasi tingkat internasional. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada acara tersebut pada tanggal 29 Maret 2009. Karya finalis juga akan ditayangkan mulai tanggal 25 Maret 2009 di situs DGI (Desain Grafis Indonesia) dengan alamat: www.desaingrafisindonesia.co.cc.

Karya yang masuk menjadi milik dan dokumentasi panitia. Tidak diadakan komunikasi apapun dengan panitia.

INFORMASI LEBIH LANJUT:
Panitia Lomba Desain Poster Digital
DEEP Indonesia 2009
Jl. Tebet Barat 5C no 30
Jakarta 12810

KONTAK PANITIA: (harap tidak via sms)
Stella: 0812 959 8875
Ellen: 0818 162 435

INFORMASI INI DAN FORM REGISTRASI LOMBA BISA DIAKSES DARI:
www.deepindonesia.com
www.fdgi.info
www.desaingrafisindonesia.co.cc





Lomba Desain Logo 60 Tahun UGMSunday, February 15th, 2009 Peserta

1. Lomba terbuka untuk sivitas akademika UGM dan umum, perorangan atau kelompok.

2. Peserta tidak dipungut biaya pendaftaran.

3. Formulir pendaftaran dan surat pernyataan keaslian ide dapat diambil kantor Humas UGM, Gedung Pusat sayap selatan lantai 1 atau dapat diunduh di www.ugm.ac.id.

4. Pada saat menyerahkan karyanya, peserta melampirkan fotokopi identitas diri (fotokopi identitas diri ketua kelompok bagi peserta kelompok).

Kriteria Logo

1. Logo berupa logogram dan logotype (gabungan keduanya).

2. Logo adalah karya asli peserta.

3. Logo harus dapat diterapkan pada berbagai media.

4. Logo belum pernah dipublikasikan.

5. Desain harus menggambarkan tema Dies Natalis ke-60 UGM, yakni “60 tahun UGM Membangun Sinergi Pelaku Pemberdayaan Masyarakat”

6. Dewan Juri berhak melakukan perubahan desain pemenang bila diperlukan dan pemenang wajib melakukan revisi.

Jadwal Penerimaan dan Penjurian

1. Batas akhir penerimaan desain adalah tanggal 17 Maret 2009.

2. Penjurian dilakukan tanggal 18 Maret 2009.

3. Pemenang diumumkan tanggal 19 Maret 2009 di www.ugm.ac.id

4. Keputusan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

5. Desain juara 1 menjadi hak milik UGM dan desain lainnya dapat diambil kembali oleh peserta.

Ketentuan Teknis

1. Peserta wajib menyerahkan desainnya dalam bentuk print out dan soft file (dalam CD).

2. Peserta dapat mengirimkan sebanyak-banyaknya 2 (dua) desain logo.

3. Identitas peserta (Nama, Alamat, Pekerjaan, No telpon/hp) ditempel pada bagian belakang desain.

4. Desain harus disertai konsep yang diketik di kertas A4, 1 spasi dan ditempel di belakang desain logo utuh.

5. Menyertakan CD berisi logo asli dengan format file Corel Draw/Freehand/Illustrator atau aplikasi lainnya.

6. Melampirkan surat pernyataan keaslian desain yang ditandatangani di atas meterai Rp.6000,-.

7. Semua dokumen dimasukkan ke dalam amplop coklat tertutup tanpa dilipat dan dikirimkan ke: Panitia Lomba Desain Logo 60 tahun UGM d/a Bidang Humas & Keprotokolan Kantor Pusat UGM Bulaksumur, Yogyakarta 55281

8. Informasi ini juga dapat diunduh di www.ugm.ac.id

Kriteria Penilaian

1. Keaslian karya

2. Kesesuaian dengan tema Dies Natalis ke-60 UGM

3. Estetika

4. Pengaplikasian logo pada berbagai media


MEMBANGUN MASYARAKAT CINTA PERPUSTAKAAN
Wednesday, January 21st, 2009 “MEMBANGUN MASYARAKAT CINTA PERPUSTAKAAN”

PENGANTAR

Upaya menumbuhkembangkan minat baca masyarakat bisa ditingkatkan dengan memberikan fasilitas pelayanan perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa perpustakaan.

Bangsa yang maju dapat diukur dari tingkat minat baca masyarakat serta seberapa aktif masyarakat membaca setiap hari. Perpustakaan sebagai penyedia layanan bacaan bagi masyarakat menjadi representasi utama untuk mengukur tingkat minat baca masyarakat, seberapa banyak perpustakaan yang tersedia di suatu negeri, bagaimana fasilitasnya, berapa rasio masyarakat yang menjadi anggota perpustakaan, serta berapa banyak rata-rata buku dipinjam setiap harinya.

Disamping menjadi representasi kemajuan suatu negeri, keberadaan perpustakaan juga diharapkan bisa menjadi agen utama dalam mendorong minat baca masyarakat serta menyediakan bacaan yang cukup dan berkualitas kepada masyarakat. Untuk itulah diperlukan berbagai upaya agar perpustakaan dapat meningkatkan fasilitas layanan serta melakukan berbagai agenda kegiatan untuk mendorong minat baca masyarakat.

Ada empat elemen penting yang menjadi obyek bidikan agenda besar peningkatan minat baca masyarakat, yaitu pemerintah, perpustakaan, pustakawan dan masyarakat. Pemerintah sebagai penentu kebijakan utama, perpustakaan sebagai fasilitasnya, pustakawan sebagai agen perubahan dan masyarakat sebagai obyeknya.

Sebagai apapun dan siapapun kita, mari semua kita berpartisipasi memajukan Indonesia dengan meningkatkan minat baca kita masing-masing dan minat baca masyarakat di sekitar kita. Mari kita ramaikan dan kita majukan perpustakaan perpustakaan di negeri tercinta Indonesia.

KEGIATAN

Dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Membaca Nasional, Teratama bersama beberapa lembaga dan tokoh perpustakaan menyelenggarakan “LOMBA TULIS ARTIKEL NASIONAL 2009” dengan tema pilihan:

* Model Perpustakaan Ideal 2010
* Profil Pustakawan Ideal 2010
* Masyarakat Perpustakaan Cerdas 2010
* Peran Pemerintah bagi Perpustakaan

WAKTU PELAKSANAAN

* Waktu pengumpulan naskah artikel: tanggal 1 Januari 2009 sampai dengan 31 Oktober 2009.
* Waktu pengumuman hasil lomba: tanggal 17 November 2009.
* Penyerahan hadiah: tanggal 27 November 2009.
* Publikasi Artikel terpilih: tanggal 17 November 2009 sampai waktu yang tidak terbatas.

PERSYARATAN PENULISAN

* Naskah ditulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baku dengan tatabahasa dan ejaan yang disempurnakan.
* Naskah belum pernah diterbitkan/dipublikasikan sebelumnya.
* Mencantumkan tema pilihan & judul artikel.
* Naskah diketik komputer dengan font arial atau time news roman, spasi baris 1,5 pt., ukuran kertas kwarto atau A4, Jumlah halaman minimal 3 dan maksimal 10.
* Naskah dikirim disertai lampiran identitas yang meliputi: Nama, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Alamat, Pekerjaan, Asal Instansi, No.KTP/SIM dan melampirkan fotokopi atau scan image identitas.
* Naskah dapat dikirim dalam format softfile maupun printout.
* Naskah dikirimkan melalui:Email: panitialomba@teratama.com
* Pos surat: Hotel Borobudur Jl. Magelang Km.6,3 Jombor Yogyakarta 55284
* Langsung ke sekretariat panitia: Hotel Borobudur Jl. Magelang Km.6,3 Jombor Yogyakarta 55284 ( Kantor Teratama ).
* Kiriman Naskah yang telah sampai kepada panitia akan segera di posting/diumumkan di Internet.
* Panitia tidak bertanggungjawab terhadap pengiriman naskah yang tidak sampai ke tangan panitia.
* Peserta yang telah mengirimkan naskah lebih dari 7 hari dan tidak menemukan nama dirinya di pengumuman peserta dapat konfirmasi ke panitia melalui email panitialomba@teratama.com atau melalui telephone 081227444464, 085868112700.

SYARAT PESERTA

* Masyarakat umum
* Pelajar dan mahasiswa
* Pustakawan

KRITERIA PENILAIAN

1. Kreativitas

* Permasalahan
* Gagasan
* Tujuan

2. Kegunaan (kontribusi bagi perkembangan perpustakaan).

3. Penulisan

* Alur pikir dan pengorganisasian gagasan
* Ketajaman analisis
* Penggunaan bahasa ilmiah

HADIAH LOMBA

Juara I mendapat uang sejumlah Rp. 3.000.000,- *)

Juara II mendapat uang sejumlah Rp. 2.000.000,- *)

Juara III mendapat uang sejumlah Rp. 1.000.000,- *)

50 Besar mendapat berbagai hadiah kenangan dari Teratama dan sponsor

*) Tambahan hadiah dari sponsor.



Kontes Foto Online 2009Tuesday, March 24th, 2009 Kontes Foto Online:
“Wanita, Perjuangan di Sekitar Kita”
By Opsidium Photoworks & Female Fotografer
15 Maret – 10 April 2009

Opsidium
Photoworks dan Female Fotografer (FF) bekerja sama dengan
www.inifotoku.com akan menyelenggarakan Kompetisi foto online dan
Pameran Foto yang bertemakan tentang perempuan INDONESIA.

Kompetisi
foto online akan berlangsung dari tanggal 15 Maret s/d 10 April 2009
dan akan memilih 15 finalis serta pemenang dari lomba foto online ini
yang akan ditampilkan dalam pameran foto bersama.

Persyaratan Lomba :
1. Peserta adalah semua warga negara Indonesia baik itu yg berdomisili di dalam negeri maupun di luar negeri
2. Terbuka untuk umum
3. Tema foto, memotret berbagai sudut pandang tentang perjuangan, kekuatan dan kasih sayang wanita Indonesia.
4. TIDAK DIPERKENANKAN memasukkan foto-foto yang berbau SARA dan berkaitan dengan model
5. Foto diuplod di galeri lomba www.inifotoku.com mulai dari tanggal 15 Maret s/d 10 April 2009

6. Olah digital hanya diperbolehkan pada proses croping, brightness,
contrass, saturasi, perubahan ke warna hitam putih/sephia. Tidak
diperkenankan melakukan proses penggabungan foto.
7. Karya foto
harus merupakan karya sendiri, belum pernah menang dalam lomba foto
apapun dan sedang tidak diikutkan dalam lomba foto apapun.�Bagi
calon finalis dan pemenang akan dikonfirmasi keaslian karyanya dengan
mengirimkan file digital asli. Panitia tidak bertanggung jawab bila ada
tuntutan hukum dari pihak lain atas karya foto yang dikirimkan.

8. Peserta maksimal hanya dapat mengirimkan maksimal 3 (tiga) buah foto
ke galeri event lomba di www.inifotoku.com, dengan menyertakan
keterangan foto seperti judul foto, latar belakang objek foto, lokasi,
tahun pemotretan.
9. Setelah peserta mengupload foto diwajibkan
untuk melakukan voting terhadap 5 (lima) foto yang ada di galeri lomba,
terhitung sejak tanggal 11 April s/d 17 April 2009. Peserta hanya dapat
memberikan 1 (satu) kali voting untuk tiap 1 (satu) foto dan tidak
diperkenankan melakukan voting terhadap karya fotonya sendiri.
10.
Penjurian secara voting akan dilakukan secara otomatis melalui system
di www.inifotoku.com. Dan dari hasil voting akan dipilih 15 foto
terbaik. Hasil pemenang dari sistim voting tersebut akan
diikut-sertakan dalam pameran foto yang akan kami selenggarakan
kemudian dan akan dinilai lagi oleh dewan jury kehormatan yaitu :
1. Ibu Ratna Sarumpaet (confirm)
2. Ibu Sari Koeswoyo (confirm)
3. Ibu Pia Alisyahbana (sedang dalam confrimasi)
4. Ibu Ani Sekarningsih (confirm)

untuk menentukan Juara I, II, III dan Juara Favorite. Penilaian foto
oleh dewan juri kehormatan akan dilakukan setelah tanggal 21 April 2009.
11.
Apabila terpilih menjadi finalis, maka peserta diwajibkan mengirimkan
softcopy (CD) ke panitia dengan maksimal ukuran lebar/panjang 2500
pixel, resolusi 300 dpi dan file type JPEG Quality 12 (maximum)
12. Panitia berhak mendiskualifikasikan peserta sebelum dan sesudah penjurian apabila dianggap melakukan kecurangan
13. Keputusan dewan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
14. Karya foto sudah harus diterima paling lambat 10 April 2009
15.
Dengan mengirimkan karya foto berarti peserta dianggap menyetujui semua
ketentuan teknis dan persyaratan yang telah ditetapkan panitia
16.
Hadiah lomba ini antara lain 1 (satu) buah kamera DSLR, tour ke Bali 3
hari 2 malam (tiket dan akomodasi ditanggung), serta uang tunai.
17. Panitia tidak berhak untuk ikut serta dalam Lomba ini.

Pengumuman Pemenang:
1. Pengumuman Pemenang dan Karya-karya terbaik pilihan dewan juri akan diumumkan melalui website www.inifotoku.com
2. Pemenang dan Karya-karya terbaik pilihan dewan juri akan dipamerkan dilokasi yang akan diumumkan kemudian

Susunan Panitia :
Konseptor : Johanes Siahaya
Penasehat : Edy Suyitno, Kunto Antariksa
Ketua Panitia : Mira Chandra
Sekretaris : Ari Yuniasti
Bendahara : Woody Noya Nusale
Operasional 1 (Traffic) : Lia “bawwel” (Lilyanti)
Operasional 2 : Sandy Widharna, Cesar Pierre D.




Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Tingkat Mahasiswa 2009Friday, March 20th, 2009 Tema Kegiatan

Let us Make Indonesia Better With Your Creation

Tema:

Peningkatan Kualitas Kehidupan Bangsa Menuju Indonesia Mandiri

Hadiah

Juara 1: Rp 2.500.000

Juara 2: Rp 2.000.000

Juara 3: Rp 1.500.000

Pelaksanaan presentasi tanggal 17 Mei 2009.

Peserta adalah mahasiswa dari seluruh fakultas perguruan tinggi se-Jawa Bali

Satu tim maksimal terdiri dari 3 orang mahasiswa

Karya Tulis merupakan penulisan bukan penelitian

Contact Person: Adin: 08528100665 Dimas: 085755600860

Email : katulistiwa_lsme@yahoo.com

Info lengkap www.lsme.brawijaya.ac.id






Lomba Blog Hadiah Jalan-jalan ke BelandaThursday, March 19th, 2009 Kategori Kompetisi

Non-wartawan: tema tulisan “Studi di Belanda, ticket to a global community”

1. Warga negara Indonesia
2. Berdomisili di Indonesia saat mengikuti kompetisi ini
3. Usia antara 17-28 tahun
4. Belum pernah menempuh studi di Belanda
5. Mendaftar di blog ini

Wartawan: tema tulisan “Belanda sebagai negara tujuan studi”

1. Warga negara Indonesia
2. Berdomisili di Indonesia saat mengikuti kompetisi ini
3. Berprofesi sebagai wartawan, dibuktikan dengan kartu tanda pengenal atau surat keterangan dari media yang bersangkutan
4. Usia maksimal 35 tahun
5. Belum pernah menempuh studi di Belanda
6. mendaftar di blog ini

Kriteria penjurian

1. Isi sesuai dengan tema yang sedang dilombakan
2. Kreativitas, eksplorasi ide dan ruang lingkuo informasi yang digunakan dalam tulisan yang diikutsertakan
3. Interaksi pemilik blog dengan pembacanya
4. Posting yang diikutkan harus dipublikasikan pada saat kompetisi sedang berangsung, bukan posting yang sudah dibuat sebelumnya
5. Posting belum pernah dibuat sebelumnya
6. Posting bisa berupa tulisan atau tulisan dan foto
7. Maksimal 3 posting untuk satu blogger
8. Tulisan dibuat bisa dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris

Kriteria khusus

1. Satu peserta, satu blog
2. Blog tidak mengandung unsur pornografi dan tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku

Waktu kompetisi:

Kompetisi dibuka mulai 15 Maret - 30 April 2009.

Cara mengikuti

1. Di blog masing-masing:
1. Membuat tulisan/posting sesuai tema dan kategori kepesertaan
2. Setiap tulisan/posting yang diikutkan kompetisi memasang badge kompetiblog yang kode HTML-nya diambil dari halaman Resources
3. Badge ditempatkan pada awal tulisan, di dalam postingan
4. Jika tulisan/posting menggunakan gambar, peserta wajib mencantumkan kreditasi atau asal-usul gambar dan hak ciptanya
5. Setiap tulisan/posting yang diikutkan kompetisi mencantumkan tags “kompetiblog” dan “studi di belanda”
2. Di blog kompetiblog:
1. Mendaftar di halaman pendaftaran
2. Lengkapi data diri yaitu Nama Lengkap (Nama Depan dan Nama Belakang) serta Alamat Blog di halaman user profile
3. Setelah mendapatkan verifikasi, peserta dapat login untuk melakukan “copy and paste” dari tulisan di blognya
4. Kategori yang harus dipilih adalah “peserta”
5. Bagde tidak perlu dimasukkan
6. Tulisan ditutup dengan mencantumkan tautan/URL posting di blog asal milik peserta









Garuda Indonesia International Photo Contest 2009Saturday, March 14th, 2009 My Lens, My Eye
Tentang Kontes / About The Contest

Tahun 2009 merupakan tahun ke-tiga Garuda Indonesia International Photo Contest yang diluncurkan pertama kali tahun 2007 dan merupakan media untuk mengajak seluruh fotografer berkomunikasi dan memperkaya budaya fotografi diseluruh dunia. Tahun ini kontes tetap mengusung nama ‘Garuda Indonesia International Photo Contest 2009’.

2009 will be the third year of Garuda Indonesia International Photo Contest which is launched in 2007 as a medium to encourage all photographers all around the world to communicate and enrich photographic culture for every photographer. This year the contest is still stated as ‘Garuda Indonesia International Photo Contest 2009’.

Ini merupakan kontes dua babak: Qualification Round and Final Round.
This is a two round contest: Qualification Round and Final Round.

Babak Kualifikasi
Pada tahap ini, Anda dapat berpartisipas dengan mengirimkan foto-foto terbaik baik yang telah diolah digital maupun yang tidak diolah digital.
Daftarkan foto-foto Anda dengan ukuran yang telah ditentukan dengan maksimal panjang/tinggi 1,024 dan piksel maksimal 150 dpi dan maksimal 1 peserta mengirimkan 10 foto.

Qualification Round
At this stage, you can participate in the contest by send your best photos with or without Digital Exposed.
Submit your photos with specific size max. length/height 1,024 with pixel max 150 dpi and max 10 photos per each person.

Tema Babak Kualifikasi adalah ‘My Lens, My Eye’ yang berarti apapun yang ditangkap oleh lensa kamera Anda merupakan apa yang dilihat oleh mata Anda. Melalui tema ini, Anda diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai Negara Anda melalui tiga aspek yaitu aspek Masyarakat, aspek Budaya dan aspek Lansekap.

Theme of Qualification is ‘My Lens, My Eye’, which means everything your capture through your lens is describe what your eyes seen. Through the theme you describe your country from 3 aspects are People aspect, Culture aspect, Landscape aspect.

Di Babak Kualifikasi, Anda dapat mengirim foto dari periode waktu 27 Februari 2009 sampai dengan 17 Mei 2009.
Penjurian Babak Kualifikasi dilakukan pada awal Juni 2009 dan juri akan memilih 15 finalis untuk maju ke babak selanjutnya.
This round will accept your photos within period 27th February 2009 until 17th May 2009.
Qualification Round Judgment will be holding on earlier June 2009 and Judges will choose 15 photographer participants who are going to Final Round.

Babak Final
Babak Final merupakan tahap lanjutan setelah Babak Kualifikasi.
Pada tahap ini, 15 finalis akan diundang untuk melakukan perjalanan Hunting Trip ke tujuan wisata di Indonesia.
Pada lomba tahun ini, Babak Final akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2009.
Proses penjurian akan dilakukan sehari setelah Hunting Trip dilaksanakan.
Pemenang lomba Garuda Indonesia International Photo Contest 2009 akan dipilih oleh dewan juri berdasar pada foto-foto hasil Hunting Trip.

Final Round
Final Round is following stage after Qualification Round.
At this stage, 15 Finalists will be invited to a Hunting Trip to a destination in Indonesia and compete each other to making a best photo on specific time.
This year contest will be holding Final Round on August 2009 to two destinations in Indonesia.
Judging process will be planed one day after The Hunting Trip.
The Winner of Garuda Indonesia International Photo Contest 2009 will be choose by Judge Board based on their Hunting Trip result photos.

Kriteria / Criteria

Kompetisi terbuka untuk semua orang di seluruh dunia
An open competition for anyone around the world
Tema / Theme

Ini merupakan kontes dua babak:
This is a two round contest:

* Babak Kualifikasi (27 Februari 2009 – 17 Mei 2009)
o Tema: “My Lens, My Eye”
o Tema ini menggambarkan Negara Anda dari tiga sisi: sisi Budaya, sisi Manusia, dan sisi lansekap
* Qualification Round (27th February 2009 – 17th May 2009)
o The Theme is: “My Lens, My Eye”
o This theme will describe your country from 3 side : culture side, people side, landscape side which represent your country
* Final Round
o Tema: “My Eye on lndonesia Hospitality”
* Final Round
o The Theme is: “My Eye on lndonesian Hospitality”

Periode Pendaftaran / Entry Period

Pendaftaran diterima mulai tanggal 27 Februari 2009 sampai dengan 17 Mei 2009, pukul 24.00 wib (GMT +7)
Entries are accepted from 27th February 2009 – 17th May 2009, 12:00 pm Indonesia Time (GMT +7)

Hadiah dan Penghargaan / Prizes & Awards

Prize Name

Number of Winners

Prize
First Prize 1 - Trophy
- Cash Money Rp. 30.000.000,-
- Garuda Indonesia Return Ticket
Second Prize 1 - Trophy
- Cash Money Rp. 20.000.000,-
- Garuda Indonesia Return Ticket
Third Prize 1 - Trophy
- Cash Money Rp. 10.000.000,-
- Garuda Indonesia Return Ticket
The Best People/Culture 1 - Trophy
- Garuda Indonesia Return Ticket
The Best Landscape 1 - Trophy
- Garuda Indonesia Return Ticket
The Indonesian Hospitality* 1 - Trophy
- Garuda Indonesia Return Ticket
The Garuda Experience* 1 - Trophy
- Garuda Indonesia Return Ticket
HONORABLE AWARD
Garuda Indonesia Ambassador of Photography 1 - Trophy
- Garuda Indonesia Return Ticket

* The Indonesian Hospitality Award
The picture which reflect of respect, caring, tenderness, and pleasant character from Indonesian People in any level and any activities. For example, picture describe of a restaurant servant served their guest, a hotel bellboy welcoming their guest, etc. The picture describe of welcoming, caring, and any activities which make people happy and comfortable.

* The Garuda Experience Award
The picture which reflect of respect, caring, tenderness, and pleasant character from Garuda Indonesia in any level of people and in any activities especially in servicing all Garuda Indonesia’s consumer. This picture describe how pleasant, and comfortable Garuda Indonesia’ services. For example: an stewardess welcoming all passenger at flight main gate, or Check in Counter activities, Flight Attendant are served their passenger, etc
Register

* Foto-foto merupakan gambar yang diambil dengan menggunakan kamera digital.
Accepted JPEG images are graphic files taken with digital still cameras.

* Format File: JPEG.
File Format: JPEG only

* Ukuran maksimal per image adalah: 500kb (maksimal panjang/lebar 1.024 piksel, resolusi 150 dpi).
Maximum size per JPEG image: 500KB (Max. weight/length 1,024 pixels, resolution 150 dpi).

* Foto multiple tidak dapat didaftarkan sebagai 1 gambar.
Multiple photographs may not be submitted for one picture number.

* RGB akan diaplikasikan sebagai warna standar pada saat penjurian.
RGB will be applied as the standard color space during the judging process.

* Pemenang akan diminta mengirimkan foto dengan resolusi tinggi untuk keperluan produksi dan pameran yang berhubungan dengan kegiatan kontes.
Winners may later be requested to submit JPEG images with higher resolution for winning works, for such purposes as the production of publications and exhibitions related to the contest.

* Setiap orang dapat mengirim foto maksimal 10 image.
Each entrant may enter max. 10 JPEG images.

* Mohon untuk mengisi form pendaftaran secara online dan daftarkan bersama karya foto. Mohon untuk membaca dengan seksama dan lakukan pendaftaran dengan meng-klik tombol “entry”.
Please fill out the online entry form and submit it along with the JPEG images. Please read the details below and then make your entry by clicking the “Entry” button in this page.

* Karya foto yang telah didaftarkan tidak akan dikembalikan dalam kondisi apapun.
Submitted images will not be returned under any circumstances.

* Peserta tidak akan memdapat surat konfirmasi pendaftaran.
Entrants will not be notified of receipt of their entries.

* Image yang masuk/yang telah dikirim akan diterima sebagai peserta lomba bila telah memenuhi persyaratan yang disebutkan diatas.
JPEG image entries are accepted only in accordance with the procedures mentioned above.

* Seluruh data yang dikirimkan melalui internet, termasuk data foto, data personal akan diatur oleh pihak Indo Multi Media dengan petunjuk dari penyelenggara acara.
All data submitted to the contest via the Internet, including image data and personal information, will be managed by Indo Multi Media in accordance with the directions of the contest organizer.

Notes :

* Photographs that have been published and images that have won awards will not be accepted.
* The committee reserves the right to disqualify entries that violate or show any Indonesian people, places or subjects in an uncomplimentary way.
* All entrants, particularly those under 18, are responsible for ensuring their submissions are in compliance with the legal requirements of their country.





Lomba Adu Banyak Teman di Facebook Hadiah Blackberry
Sunday, February 22nd, 2009 Indosat FansBerry merupakan kompetisi ‘adu banyak’ teman di Facebook. Semakin banyak jumlah teman yang berhasil Anda tambahkan ke friend list Anda, semakin besar kemungkinan Anda mendapatkan BlackBerry® gratis dari Indosat! Indosat FansBerry akan berlangsung selama 6 periode dengan jadwal sebagai berikut:

* Periode 1:
Tanggal 25 Februari 2009 - 3 Maret 2009
Pengumuman pemenang tanggal 5 Maret 2009

* Periode 2:
Tanggal 6 Maret 2009 - 12 Maret 2009
Pengumuman pemenang tanggal 14 Maret 2009

* Periode 3:
Tanggal 15 Maret 2009 – 21 Maret 2009
Pengumuman pemenang tanggal 23 Maret 2009

* Periode 4:
Tanggal 24 Maret 2009 – 30 Maret 2009
Pengumuman pemenang tanggal 1 April 2009

* Periode 5:
Tanggal 2 April 2009 – 8 April 2009
Pengumuman pemenang tanggal 10 April 2009

* Periode 6:
Tanggal 11 April 2009 – 17 April 2009
Pengumuman pemenang tanggal 19 April 2009

Kompetisi ini terbuka bagi siapa aja*! Syaratnya mudah, Anda hanya perlu menambah minimal 100 orang teman di Facebook dalam waktu seminggu sesuai dengan periode yang telah ditentukan. Pemenang adalah peserta yang paling banyak menambah teman dalam seminggu. Jika Anda belum berhasil mendapatkan BlackBerry® pada minggu ini, Anda bisa mencoba lagi minggu berikutnya.

Senin, 23 Maret 2009

Matahari Yang Ternoda

Oleh: Yana Yan*)

“Ehm, Arin, mau kemana?”

“Bukan urusanmu!”

Linda membisu. Ia hanya bisa diam menerima sikap Arin yang semakin dingin kepadanya. Arin yang berjalan semakin jauh dan akhirnya menghilang di pembelokan jalan, kini semakin mengukir sesal dihatinya. Pasrah, adalah pilihan tepat baginya saat ini. Tak tahu harus berbuat apa pada Arin. Permohonan maaf telah berulang kali ia lakukan. Berbagai cara, demi meluruskan kesalahpahaman dan kehilafan yang pernah terjadi. Harapan itu masih ada. Dengan berusaha menghimpun ketegaran, Linda selalu mengucapkan kalimat itu.

“Lin,,Linda...!!!” Dari jauh, terdengar suara Dila, sahabat Linda, memanggil.

Linda menoleh, lalu kembali melangkah menuju tempat duduk, di sebuah taman fakultas tak jauh darinya. Dila semakin mendekat. Linda memilih duduk dibawah sebuah pohon yang rindang..

“Teringat Arin lagi?”

“Barusan aku bertemu dengannya.”

“Trus?” Dila semakin mendekati Linda. Ia duduk tepat disampingnya.

“Ia masih seperti yang dulu. Aku bingung Dil, dengan cara apa aku bisa meluruskan kesalahanku. Rasa sesalku semakin hari semakin mengejar. Aku betul-betul bingung,” ucap Linda tanpa menoleh sedikitpun ke Dila. Hatinya sesak!

“Jangan sampai kamu mengutuk dirimu sendiri, Lin. Kamu nggak boleh putus asa. Aku yakin, ada cahaya terang yang menantimu di depan sana. Bukankah kamu selalu bilang kalau harapan itu masih ada?”

Linda menundukkan kepalanya, menatap tanah kering dibawahnya. Lalu, kedua tangannya akhirnya menutup wajah sedih itu. Linda menangis.

“Bukankah Tuhan tak akan memberikan cobaan diluar kemampuan kita?” sambung Dila, sambil merangkul temannya.

Matahari semakin gagah membentang sinarnya. Pepohonan pun semakin kokoh menghadang angin yang sesekali menamparnya. Merpati-merpati kampus (begitu kami menyebutnya), juga semakin riang menikmati hidupnya. Sementara Linda, masih saja dirundung sedih menahan sesal atas sikap yang dulu terlanjur ia lakukan. Dan Dila, terus saja menyirami Linda dengan kata-kata penuh bijak. Ia tahu, saat ini Linda membutuhkannya.

“Dil, pulang yuk,” kata Linda tiba-tiba memecah keheningan. Ia beranjak, lalu langkahnya disusul oleh Dila.

“Kita kemana?”

“Ke rumahmu, bisa?” langkah Linda terhenti, lalu menatap Dila.

Dila mengangguk sambil mengedipkan mata kanannya. Linda akhirnya tersenyum.

***

“Dil, seandainya saja waktu itu aku tak meninggalkan Arin, dia pasti tidak membenciku seperti ini,” ucap Linda sembari melepaskan jilbabnya. Rambutnya yang panjang pun terurai, melambai-lambai terkena hentakan kipas angin tak jauh dari tempatnya duduk.

”Sejak kapan kamu jadi seperti ini Lin? Seharusnya kamu bersyukur, Tuhan masih memberikan kamu kesempatan untuk menghindari dunia gelap itu. Bukan malah menyesalinya seperti ini.”

Astagfirullahal’adzim,,,”

”Yang harus kita pikirkan sekarang, bagaimana cara kita menjauhkan Arin dari barang haram itu. Dan kembali bersahabat dengannya.”

”Tapi tidak semudah itu, Dil.”

”Iya, aku tahu. Masalah ini bukan masalah yang mudah. Tapi, aku yakin kita akan bisa mengatasinya. Tuhan telah memilih kita untuk menghadapi masalah ini. Kenapa kita harus ragu?”

”Kamu bener. Dil, tolong.. Arin itu sahabat kita..”

”Lin, aku akan selalu ada disampingmu... Kamu tenang saja, kita pasti punya jalan keluarnya kok. Tinggal gimana usaha kita mencarinya, Ok?” Dila menatap wajah sahabatnya itu. Dalam! Disusul dengan anggukan lemah dari Linda.

***

Yang kesekian kalinya, Linda kembali mencoba menghubungi Arin. Sebelumnya, ia sudah berusaha mengumpulkan asa dan kekuatannya sebanyak mungkin, untuk Arin.

Lagi-lagi gagal...

”Harapan itu masih ada,” Linda kembali melafazkan kalimat itu, lirih! Jemari tangannya masih saja menari ria di atas tombol handphonenya. Hasilnya sama saja, nihil. Namun, beberapa saat kemudian, tiba-tiba handphonenya berdering sebentar. Ada SMS!

Ga’ pernah buka email?

Linda terperangah. Berusaha ia menguasai dirinya. Ketidakpercayaannya atas apa yang terjadi barusan, membuatnya lunglai tak berkutik. Setelah sekian lama aku menghubunginya, baru kali ini dia memberi jawaban. Meski sebenarnya kebingungan masih menyelimuti ruang pikir Linda. Berulangkali Linda membaca SMS itu, jawabnya memang betul. Itu dari Arin. Tanpa basa-basi, Linda langsung beranjak dari duduknya. Setengah berlari ia menuju warnet ”Dhea” tepat disamping rumahnya. Tujuannya hanya satu: membuka emailnya, dan berharap ada setitik pesan berarti yang Arin tinggalkan.

1 new message:

From: arienda_mj@yahoo.com

”Puisi???” Sejuta tanya semakin bergelayut di benak Linda.

Dalam Diamku

Dalam rentetan waktu,

kutelusuri setiap ranah

Nalar terpacu

melawan setiap keganasannya

Hati menjerit

menahan kecamannya

Namun,

Tak perlu kuberlari darinya

Segala asa siap kumuntahkan

Untuknya...

Ya, untuknya!

Dalam pergantian siang,

kemudian menjadi malam,

Lalu kembali pagi

Aku bergulat nafsu

Ditemani asa yang semakin kerdil

Dengan segala daya

Tapi hanya tipu yang kudapat

Ternyata, aku menuai sesal

Kesadaran baru kurenggut

Tameng-tameng kehidupan,

kini berjejer siap menghujatku

Aku bimbang

Kuhembuskan kebingungan

disetiap desahan nafasku

Ingin ku segera lari

Namun, dunia ternyata begitu sempit

Dan waktu

kini semakin mengintai

Aku pun menyerah

:pada keganasannya

pada kekuasaannya

pada kehebatannya,

Aku taubat!

Dan diam adalah perisaiku...

***

“Lin, bangun Lin.. Udah pagi, Nak.”

Antara sadar dan tidak, Linda bangkit dari tidurnya dengan penuh kebingungan. Keringat dingin membasahi keningnya.

Astagfirullah... ternyata hanya mimpi!” gumam Linda sambil mengusap matanya. Tubuhnya kembali lunglai.

“Mimpi apaan Lin?” tanya Mamanya, setelah melihat Linda menundukkan wajah sambil menutupnya dengan kedua tangannya.

“Nggak, Ma. Cuma bunga tidur. Mmm,, Linda mandi dulu ah. Ntar telat lagi!” Linda pun beranjak tanpa menghiraukan Mamanya yang masih terheran-heran.

***

“Dila, tahu nggak. Semalam aku mimpi lagi tentang Arin.”

“Sudahlah Lin. Nggak usah terlalu mikirin dia. Kasihan tuh tubuhmu selalu terbebani. Biarkan Arin tenang di alamnya. Yang harus kita lakukan selalu adalah mendoakan beliau, agar arwahnya bisa diterima di sisiNya.”

Ya, beberapa hari terakhir, Linda memang sering memimpikan Arin. Sejak 2 minggu sepeninggalnya, Linda seolah belum siap menerima kenyataan ini. Yang paling Linda sesali, ia belum sempat membebaskan Arin dari dunia gelapnya: pecandu narkoba.

“Tapi, mimpi ini seolah nyata, Dil.”

“Hush,,, mimpi tuh hanya bunga tidur Lin. Nggak usah dipercaya.” Lagi-lagi, Dila menjawab enteng keseriusan Linda.

“Baru kali ini mimpiku sangat kompleks...” Linda terus saja bercerita. Tanpa menghiraukan Dila, ia pun menceritakan mimpinya semalam. Termasuk tentang puisi di emailnya itu.

“Trus, isi puisinya kaya’ gimana?” akhirnya Dila bersuara juga, pertanda ia masih respect atas cerita mimpi Linda.

“Isinya, aku udah nggak hafal lagi. Yang pastinya, puisi itu seolah menceritakan isi hatinya. Bahwa selama ini, Arin hanya bisa diam dan penyesalan itu ada dalam dirinya. Tapi dia nggak tahu harus berbuat apa dalam kondisi yang sudah terlanjur terjadi. Makanya ia hanya memilih diam saja. Kasihan...”

“Hanya Tuhan Yang Tahu maksud dari mimpimu itu, Lin.”

Linda hanya berdesah panjang mendengar jawaban dari sahabatnya.

***

Matahari, kini mulai bergeser. Kemilau jingga di ufuk barat sana terlihat berbaur bersama langit biru. Sebuah perpaduan warna yang begitu indah. Kompleks! Linda membayangkan, senyuman manis Arin berada diantara lekukan awan-awan itu sambil melambaikan tangan kapadanya.

Matahari, kian lama kian beranjak. Meninggalkan Linda yang dirundung sedih. Linda takkan lagi menyaksikan matahari beranjak dari peraduannya hampir setiap petang seperti sedia kala. Saat Arin masih bersamanya. Tak ada lagi yang menemaninya menikmati indahnya kemilau jingga matahari itu.

”Dia tlah pergi...” desah Linda.

***

*) Ketua FLP Ranting Unhas, Mahasiswi Ners A’07 UH

Terucap salam buat keluarga besar FLP, kawan-kawan PII, dan warga IKMS.