must to remember:

Sejarah hanya mampu mencatat orang-orang yang menyisakan jejak dalam hidupnya. Bergeraklah...

Rabu, 21 Desember 2011

Belajar di Universitas Kehidupan



Diracik oleh: Saputri Mulyanna

***
Tidak ada harga atas waktu. Tapi ketahuilah, ia begitu berharga. Memilikinya tidak menjadikan kita kaya. Tapi menggunakannya dengan baik, adalah sumber dari semua kekayaan.
***

18-11-2011, 11:27 @ Unit Luka Bakar RSWS Makassar



Kusempatkan menuangkan cerita yang baru saja terjadi, di tengah kesibukan yang masih terus mengalir. Ya, saat ini, saya sedang memanfaatkan waktu luang untuk mengerjakan bahan ujian Refleksi Kasus, yang akan diujiankan ntar sore.
***

Rabu, 25 Mei 2011

Akan Indah Pada Waktunya



Oleh: A.Saputri Mulyanna

Seperti biasa, hari ini terlalui dengan sederet aktivitas. Dan lagi-lagi, alur hidup hari ini semakin memperkuat argumen yang selalu dilisankan oleh teman-teman dekat. Janji untuk bertemu dengannya sore tadi tentang sebuah urusan, lagi-lagi terpaksa tertunda dengan alasan yang sangat klasik di telinganya: SIBUK. Dan akhirnya kembali bermuara pada satu kata pamungkas yang mau tidak mau harus terlisankan: MAAF. Entahlah, ini adalah takdir yang terencana atau rencana yang tertakdirkan. Dia lebih tahu pastinya.

Jangan Sampai di-Kali Nol



Oleh: A. Saputri Mulyanna

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kalian agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kalian.”
(Q.S. Muhammad:31)
***
Dalam sebuah ruang kehidupan, terlakoni alur hidup manusia pada suatu pergantian waktu; sore menjelang malam (magrib). Menceritakan tentang seorang lelaki yang baru saja mengakhiri aktivitasnya. Seperti biasa, sebagai seorang aktivis, ia seolah tak lepas dari yang namanya aktivitas. Mungkin ia justru akan sakit ketika ia tak beraktivitas. Atau sebaliknya, ia berhenti dari aktivitasnya ketika ia jatuh sakit. Waktu itu, ia baru saja melakukan rapat pengurus di tempat mangkalnya; sebuah sekretariat dari organisasi yang digelutinya. Tempat ia selalu berlabuh bersama rekan seperjuangannya. Mendiskusikan permasalahan organisasi, menyusun strategi organisasi, bahkan hanya sebagai tempat berbagi cerita dan menularkan semangat hidup dengan rekan-rekannya yang lain.

Jumat, 20 Mei 2011

Pidato Anak Usia 12 Tahun Bikin forum PBB Terdiam

Izin share dari forum sebelah..maaf klo udah banyak yang tau..

Kids Conservasionist

*Pidato Anak Usia 12 Tahun Bikin forum PBB Terdiam *

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki

seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental

Children's Organization ( ECO ).


ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak" yg mendedikasikan diri

Untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah" lingkungan.


Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,

dimana pada saat itu Seveern yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah

pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa

pemimpin dunia terkemuka.


Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa

membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang

sidang penuh dengan orang" terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk

Tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.


Inilah Isi pidato tersebut: (sumber The Collage Foundation) *


Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O - Enviromental

Children Organization


Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak" berusia 12 dan 13

tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister,

Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang

kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang

dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya

tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi

diri saya saja.


Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum

atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi

semua generasi yg akan datang.


Saya berada disini mewakili anak" yg kelaparan di seluruh dunia yang

tangisannya tidak lagi terdengar.


Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang" yang sekarat yang

tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat

nya. kami tidak boleh tidak di dengar.


Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang

nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak

tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.


Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa

tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan"nya penuh dengan kanker. Dan

sekarang kami mendengar bahwa binatang" dan tumbuhan satu persatu

mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.


Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar

binatang" liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung

dan kupu". tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal" tersebut bahkan

masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.


Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah" kecil ini ketika

anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?


Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap

bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan

nya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua

pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda

sekalian juga sama seperti saya!


Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon

kita.

Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai

asalnya.

Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang

telah punah.


Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di

tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir...

Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.

TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!


Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota

perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenernya anda adalah ayah

dan ibu, saudara laki" dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda

semua adalah anak dari seseorang.


Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua

adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari

5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air

dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan

mengubah hal tersebut.


Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua

menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk

tujuan yang sama.


Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak

ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.


Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli

sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun

begitu tetap saja negara" di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang

memerlukan.

Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk

kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.


Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan

dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer

dan perlengkapan televisi.


Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami

menghabiskan waktu dengan anak" yang hidup di jalanan. Dan salah satu

anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya , dan

jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak" jalanan makanan, pakaian dan

obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang " ..


Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun,

bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih

begitu serakah?


Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak" tersebut berusia sama

dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang

begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak" yang

hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di

Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India ..


Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang

yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat

kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa

indah jadinya dunia ini.


Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk

berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan

orang lain.

Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.

Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak..


Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami

supaya tidak boleh dilakukan tersebut?


Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda

melakukan hal ini - kami adalah anak" anda semua , Anda sekalianlah yang

memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus

nya dapat memberikan kenyamanan pada anak" mereka dengan mengatakan "

Semuanya akan baik-baik saja ". 'kami melakukan yang terbaik yang dapat

kami lakukan' dan ' ini bukanlah akhir dari segalanya'


Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada

kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?

Ayah saya selalu berkata ' kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu

bukan oleh kata" mu '


Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.

kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.


Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata" tersebut.


Sekian dan terima kasih atas perhatian nya. *


Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB,

membungkam seluruh Orang" penting dari seluruh dunia hanya dengan

pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir

diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah

kepada anak berusia 12 tahun.


dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..


" Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena

saya baru saja disadarkan betapa pentingnya lingkungan dan isinya

disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri

di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya

maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya

kemarin? Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12

tahun "


Cerita ini benar" terjadi dan pidato severn Cullis-Suzuki itu benar"

pidato yang dikatakan nya dalam pidato tersebut tanpa dilebih" kan .


Apa yang anda dapat dari cerita tersebut?


* *Tolong sebarkan e-mail ini ke semua orang yang anda kenal, bukan

untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan, tapi

mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi

sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kita-lah manusia yang

membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran

dunia. *


Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi

Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata

Kamis, 14 April 2011

Universitas Hasanuddin vs Universitas Kehidupan


Oleh: A. Saputri Mulyanna

Tahun 2007! Kembali memberiku ruang untuk berpisah dari dekapan orang tua. Menjauh dari kehangatan keluarga. Kali ini adalah cerita perpisahan kedua dalam siklus kehidupanku. Cerita perpisahan pertama terlakoni pada tahun 2001. Sekitar 6 tahun yang lalu. Saat itu, aku baru saja lulus dari bangku Sekolah Dasar (SD). Dan memilih untuk melanjutkan study di Pondok Pesantren, tepatnya di Ibu Kota Provinsi. Jauh dari kampung halaman. Dalam usia yang masih sangat lugu dan butuh orang-orang terdekat, aku harus meninggalkan zona nyaman itu. Terpaksa,,, tidak juga. Ini memang pilihanku, sekitar 6 bulan sebelum keberangkatanku meninggalkan tempat kelahiranku. Tapi tetap tak dapat dinafikan, ada sesak yang terus menyerbu rongga dada dalam detik-detik memasuki pondok pesantren, pasca menikmati liburan sekolah bersama keluarga. Meski berulang kali Ayah dan ibu terus menyelimuti kekuatan. Namun, justru air mata tak terbendung yang terus menyertai. Ah, selama 3 tahun itu, mengajarkan banyak hal tentang cerita kemandirian hidup dan ketegaran. Dan kini, setelah 3 tahun meninggalkan ruang itu, aku harus kembali menjamahnya. Jika ingin melanjutkan kembali study di bangku kuliah. Persiapan diri  pada hari ini tentu sudah berbeda jika dibandingkan dengan 6 tahun yang lalu. Paling tidak, bekal hari ini sudah lebih banyakan, termasuk bekal dari penggal pengalaman yang telah terlakoni selama 3 tahun kemarin. Bertambahnya usiaku kini, paling tidak membuktikan bahwa bertambah pula asam-manisnya hidup yang telah kucerna.

Senin, 28 Maret 2011

Selamat Datang di Universitas Kehidupan

Oleh: A. Saputri Mulyanna

“Tidak ada yang lebih aku sesali daripada penyesalanku terhadap hari dimana ketika matahari tenggelam, sementara umurku berkurang tapi amalku tidak bertambah.”
(Ibnu Mas’ud)


Pentas Skenario Kehidupan
Mengawali tahun baru, arus kehidupan semakin mempertegas tentang kepatuhannya dalam melakoni titah Penciptanya. Ia selalu saja menunjukkan kepada segenap penjuru bumi, betapa eksisnya roda waktu menjalankan tugasnya. Tak pernah bergeser sedikit pun. Tak pernah berhenti walau sedetik. Waktu yang terus berputar itu, pun akhirnya menggiring manusia menuju usia yang semakin bertambah. Satu bulan, 1 tahun, 17 tahun, 59 tahun, 63 tahun, dan mungkin hanya sampai disitu. Pertambahan usia itu tentu diiringi dengan hikmah hidup yang terus menjelma dibalik arus hidup yang dimainkannya dari waktu ke waktu. Selalu ada. Dan, waktu pula yang akhirnya menghempaskannya dari dunia ini. Demikianlah singkat cerita tentang perjalanan hidup manusia. Terlakoni secara sempurna. Penggal pengalaman hidup yang terus berpacu bersama waktu, hingga harus bermuara pada satu premis: datang, dan kembali pergi. 

Minggu, 16 Januari 2011

Reformulasi Habbit

Oleh: A. Saputri Mulyanna

Hari itu masih sangat pagi. Mentari pun belum menyapa sempurna. Kicauan burung masih samar terdengar. Angin subuh sesekali menampar. Jalan yang berkelok ke kiri, naik, ke kanan, turun, dan begitu seterusnya... Ya, perjalanan Sinjai-Makassar memang selalu berkesan. Tak pernah bosan. Beda waktu, beda pula kisah yang dicerita. Panorama alam yang diperlihatkannya cukup mampu menyisakan decak kagum. Jejeran pohon yang tertancap di sepanjang jalan seolah ikut menemani perjalanan siapa saja yang melintasinya. Gunung hijau yang mengelilingi seolah ikut menyambut Sang Musafir dengan penuh kehangatan dan seketika melepasnya dengan penuh kerinduan. Sawah yang membentang pun tak mau ketinggalan untuk menitip kesan pada Sang Pengelana. Atmosfer pedesaan sangat terasa. Subhanallah. Betapa sempurna hasil cipta-Nya.

Sabtu, 15 Januari 2011

Kisah Klasik tapi Asik

21 November 2010.
Kunobatkan hari ini sebagai Hari yang sangat sibuk.
(sejak semalam hingga subuh ini;menyiapkan bahan presentasi u/ kompetisi PKM-GT Unhas u/ ntar pagi.
menyiapkan diri u/ ujian ntar siang)
                                        ***

Kamis, 13 Januari 2011

Ceritaku Kini

Ya !
Ku tahu.
Ia berjalan dalam kelemahan.
Menyusuri lorong kehidupan penuh paksa.
Terkungkung dalam sakit yang telah lama ada.
Duka yang ia rasa, bersembunyi dalam canda.
Pun dalam senyum yang ia berikan.
Juga dibalik kemanjaan yang terkadang ia perlihatkan.

Rabu, 12 Januari 2011

Rasa Ini

Hempasan hujan yang terus membasahi bumi Membentuk kerinduan dalam sanubari Memaksa nurani untuk beranjak dari sini Menuju tempat yang tak terlupakan Menyisakan luka yang kini tak jua melepuh Dan kuingin menghempaskannya bersama guyuran hujan Kuingin meleburkannya bersama semilir angin kencang dLuar sana.
Kuingin beranjak bukan untuk berlepas Hanya mengumpulkn kembali puing kekuatan yg kini tlah berserak dlm kepasrahan yg smakin menjelma Menemukenali diri yg tlah trgerus dinamika kehidupn.
Demi menantang peristiwa2 klasik yg terus terulang Biar tak muak dgn semuanya Dan smkin kokoh berpijak disini Menantang hidup yg terkadang aneh dan tdk masuk akal.

Selasa, 11 Januari 2011

Pornografi Merusak Fungsi Otak dan Seksual. Inilah Cara Mencegahnya

JAKARTA (voa-islam.com) – Pornografi  berbahaya karena merusak fungsi dan struktur otak dan menghambat hubungan seksual suami-istri. Orang yang sudah teradiksi pornografi akan mengalami kegagalan dalam beradaptasi sosial.
Hal itu dikatakan Kepala Pusat Intelegensia Kesehatan Depkes RI dr. Jofizal Jannis, Sp.S(K) dalam Workshop “Know Your Brain: Kerusakan Otak Akibat Pornografi” di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta (23/12/2010).
Stop Pornografi Sekarang Juga

Riak sendu Ramadhan*)

Sikap terpasung bersama waktu,  nyaris tak terpisahkan!
Detik berganti
:siang menjelma
Tingkah pun mengikut
Riak sendu menatap mentari
Berselimutkan noda tak jua usai
Perkosaan akan sebuah kehidupan
                :tiada pernah bosan!
Mencampakkan hati yang terlanjur sakit,
menampar jiwa,
:menggerus kasih!

Senin, 10 Januari 2011




telah terbit :
Majalah Cendekia Pemimpin : Al-Fatih. sumber inspirasi intelektual muda.Majalah PW PII Sul-Sel...
Bagi sahabat-sahabat se-Nusantara yang ingin memilikinya, segera menghubungi:085 255 384 212 atau 085 230 688 944

Rabu, 29 Desember 2010

Kembali Mengenang FLP


Mungkin,hari itu adalah hari Kamis, tepatnya 23 Desember 2010. Seperti biasa, di tengah kesibukan yang hampir tiada pernah henti menyapa, layaknya mentari menyapa pagi, tiba-tiba si mungil kembali berdering. Entah kali ini deringan yang keberapa kalinya.
*Qia FLP calling*
Kuangkat. Perbincangan pun dimulai. Beberapa menit, akhirnya selesai.
Ada undangan untuk menghadiri silaturrahmi kader FLP Unhas. Katanya tanggal 25 Desember, 2 hari ke depan. Tapi saya menolak (mungkin ini yang kesekian kalinya). Tapi saya benar-benar tidak bisa. RAPIMWIL PII Sul-Sel 24-26 nanti, sama sekali tidak bisa saya tinggalkan. Apalagi tempatnya di Puca’, Maros. Jarak yang tidak dekat dan membutuhkan waktu yang cukup lama kalaupun ingin bolak-balik Makassar-Puca’. Belum lagi aksesnya yang masih kabur alias tidak jelas kapan mobil ada. Maka, tak ada jawaban lain, selain menolak undangan itu, meski sangat berat (sekali lagi; Sangat Berat). Dan saya tahu, adik yang menelpon barusan juga mendapat kekecewaan (mungkin juga untuk yang kesekian kalinya). Ah sudahlah...
Beberapa waktu kemudian, adik itu kembali menghubungi dan menanyakan, kapan saya punya waktu untuk bisa ikut hadir pada acara silaturrahmi FLP-Unhas? Kita harus hadir kak. Kami akan mangajak kader-kader FLP-Unhas dan mengundang para Ketua FLP-Unhas terdahulu sebagai pemateri dalam dialog itu. Yah, kurang lebih begitulah bahasanya. Intinya, saya harus datang. Sejenak saya mengingat semua agenda dalam waktu dekat. Merekam secara marathon jadwal yang telah saya atur setengah sempurna, setelah Adik itu menawarkan bagaimana kalau acaranya tanggal 30 Desember nanti. Karena kurasa tanggal itu belum terjadwal, maka kuiyakan usulan Adik itu. Ok, tanggal 30. Insya Allah bisa. Saya menjawabnya, sedikit lega. Akhirnya bisa mengiyakan. Meski dalam hati, ada ketakutan-ketakutan kecil, jangan sampai tiba-tiba ada agenda mendesak yang sama sekali tidak bisa saya tinggalkan. Ah, semoga tidak. Bismillah.
Setelah kucatat baik tanggal 30 Desember itu, keesokan harinya, tiba-tiba dapat info lagi, acaranya dimajukan ke tanggal 28. Hmm... Ok, insya Allah. Kembali kujawab singkat.

Entahlah...

jika semua mengeluh, lalu siapa yang akan menguatkan ...
jika semua menyerah, lalu siapa yang akan mengendalikan ...
jika semua mundur, lalu siapa yang akan membuatnya menjadi lebih baik...
jika semua membiarkan, lalu siapa yang akan mempertahankan...
jika semua berlalu, lalu siapa yang akan menengok...
jika semua merasa lemah, lalu siapa yang akan mendongkrak semangat untuk mencipta karya...
jika semua merasa tak sanggup, lalu siapa yang akan memperjuangkan...
jika semua berlari, lalu siapa yang akan bertahan...

>>mungkin kah itu aku, kamu, atau justru kita ?

tak perlu lah terlalu lama merenungi.
tak perlu lah terlalu lama mendiami.
tak perlu lah terlalu lama membiarkan.
tak perlu lah terlalu lama menengok ke belakang.
tak perlu pula lah terlalu lama memikirkan.
cukup membuka sedikit ruang pikir kita untuk menyadari apa yang harus kita lakukan, dan apa yang tidak pantas kita lakukan...


.:  nafi'ah Al- fatih ---- nanna_jie :.
                               _dalam ruang pikir yang terus berpacu mencerna sekitar_

Rabu, 15 Desember 2010

Tentang Amanah Yang Sudah tak Asing



Dikemas oleh: A.Saputri Mulyanna

Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghifari r.a.:
Sesungguhnya ia adalah amanah. Dan pada hari kiamat ia merupakan kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi yang melaksanakannya sesuai dengan haknya dan melaksanakan yang semestinya- [HR. Muslim]
Mungkin kata itu sudah sangat tidak asing lagi dalam lisan dan keseharian kita. bahkan ia yang senantiasa setia menemani kehidupan kita belakangan, setiap hari, bahkan mungkin setia waktu. Yup, A.M.A.N.A.H.
Coba kembali kita mengingat tentang visi penciptaan manusia di bumi ini. Jika kita menarik benang merahnya, maka akan teruntai 2 visi besar penciptaan itu; visi penghambaan sebagai seorang hamba kepada Sang Khalik (Q.S. Adz-Dzariyat: 56) Visi penghambaan adalah bagaimana agar syariat islam dapat kita tebar seluas-luasnya ke seluruh penjuru dunia, menebarkan kebenaran hakiki kepada seluruh elemen makhluk-Nya. Dan yang kedua adalah visi kekhalifaan kita di bumi (Q.S.AL-Baqarah:30).  Betapa, Allah ‘Ajja wa Jalla memilih dan memberikan kepercayaan kepada makhluk-Nya yang bergolong manusia sebagai seorang khalifah di bumi-Nya, menjadikan sebagai pemimpin. Dia tidak memilih malaikat, Dia tidak memilih yang lain, Dia memilih kita:manusia ! Maka, mungkin tidaklah salah jika kita menyatakan bahwa setiap manusia yang terlahir di dunia ini telah disandingkan dengan sebuah amanah. Amanah seyogyanya telah menjadi takdir manusia. Setiap kelahiran manusia selalu disertai tugas besar di muka bumi ini. Amanah untuk menjadi khalifah di bumi dan amanah untuk berdakwah menyampaikan kebenaran hakiki pada segala urusan dunia dan akhirat. 

Minggu, 28 November 2010

Pelajaran Untukku...

Ayah, Ibu...
Kau berikan aku kepercayaan untuk melangkahkan kaki kemanapun yang aku pilih.
Kau berikan aku kesempatan untuk menggenggam mimpi yang selalu kuceritakan kepadamu dalam setiap waktu senggangku.
Kau berikan aku kekuatan untuk memantapkan dan mengokohkan diri menantang zaman, meski aku tak bersamamu.
Kau berikan aku harapan untuk dapat mengabulkan mimpi yang masih tersemai dalam hati ini.

Kamis, 15 April 2010

Seminar Nasional Pendidikan Multiple Intelligences SDIT IKHTIAR – PII Direspon






            Hari ini, Ahad, 11 April 2010, seminar nasional pendidikan kembali digelar. Kali ini diprakarsai oleh SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) Ikhtiar kerjasama dengan PII (Pelajar Islam Indonesia), dengan mengusung tema : “Setiap Anak Cerdas dengan Multiple Intelligences”.  Kegiatan yang menghadirkan sekurang-kurangnya 200 orang yang berasal dari berbagai kalangan, setidaknya menunjukkan respon yang luar biasa oleh masyarakat terhadap dunia pendidikan. Apalagi, kegiatan ini dikemas dengan sangat menarik dengan kehadiran para pemateri handal: Munif Chatib (Konsultan pendidikan dan Manajemen Direktur Sekolah YIMI Full Day School Gresik,  Pengarang buku sekolahnya Manusia) dan Prof. Aris Munandar, M.Pd, dengan moderator Muhammadiyah Yunus.