must to remember:
Minggu, 28 November 2010
Pelajaran Untukku...
Kau berikan aku kepercayaan untuk melangkahkan kaki kemanapun yang aku pilih.
Kau berikan aku kesempatan untuk menggenggam mimpi yang selalu kuceritakan kepadamu dalam setiap waktu senggangku.
Kau berikan aku kekuatan untuk memantapkan dan mengokohkan diri menantang zaman, meski aku tak bersamamu.
Kau berikan aku harapan untuk dapat mengabulkan mimpi yang masih tersemai dalam hati ini.
Kamis, 15 April 2010
Seminar Nasional Pendidikan Multiple Intelligences SDIT IKHTIAR – PII Direspon
Rabu, 17 Maret 2010
Ahad, 7 Maret 2010 @ Gedung Kewirausahaan UNM Lt. III
Kegiatan itu 'dicetak' oleh 10 insan di atas. Tunggu dulu,,, masih ada yang tidak menampakkan diri. diwakilkan ya...^^
Eitzz,,, lambang Korwil PII Wati tak mau ketinggalan tuh,,, ikut nongol juga..^^
Sukses!
Memberi makan ikan-ikan part II...
28 Februari 2010 : 17.40 WITA : halaman Masjid Agung Pinrang
Lagi-lagi,, ikan-ikan itu menikmati makan sorenya.Sembari menghabiskan waktu senja, kembali saya memanjakan ikan-ikan itu sebelum meninggalkannya...^^
Hmm,,, Rahmah, Ayu, mari kita pulang,,, azan Maghrib sudah berkumandang....
Meski terik siang terus mengguyur di Kota Pinrang, tak kuurungkan niat dan langkahku untuk menjumpai si ikan-ikan lucu itu. Sembari membagikan makanan. Sebungkus "mie instan" habis seketika... mereka kelaparan ternyata!
Senangnyaaa melihat mereka saling berebut makan...Masjid Agung Pinrang yang berdiri megah tepat di sisi kanan seolah ikut menikmati panorama itu.
Suatu saat saya kembali menemui kalian, saat kaki ku kembali berpijak di sini!
Rahmah,, ayo pulang! "mie" nya juga sudah habis...
bwt siapa sj yg berkunjung di tempat ini, Tolong,, jaga kebersihan kolam ini,,, biar mereka bisa hidup senang,, ^^
Rabu, 10 Maret 2010
Jam Piket Organ Tubuh
dalam hati saya ketawa membaca artikel ini…dapat munggut di milis mediacare…mohon tanggapan rekan rekan sekalian…LAMBUNG
Jam 07.00 – 09.00
Jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk
proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari.
Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih
kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh.
LIMPA
Jam 09.00 – 11.00
Jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk
energi
pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa
lemah.
Kurangi konsumsi gula, lemak,minyak dan protein hewani.
JANTUNG
Jam 11.00 – 13.00
Jam piket organ jantung kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah
fisik, ambisi
dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah .
HATI
Jam 13.00 – 15.00
Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul
dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati.
Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.
PARU-PARU
Jam 15.00 – 17.00
Jam piket organ paru-paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk
proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru
GINJAL
Jam 17.00 – 19.00
Jam piket organ
ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar
karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta
kecerdasan.
LAMBUNG
Jam 19.00 – 21.00
Jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi makan yang
sulit dicerna
atau lama dicerna atau lebih baik sudah berhenti makan
LIMPA
Jam 21.00 – 23.00
Jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan
proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan
musik yang menenangkan
jiwa, untuk meningkatkan imunitas.
JANTUNG
Jam 23.00 – 01.00
Jam piket organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur,
apabila masih terus
bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.
HATI
Jam 01.00 – 03.00
Jam piket organ hati kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil
metabolisme
tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan
gangguan mata.
Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.
PARU-PARU
Jam 03.00 – 05.00
Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun
pada organ
paru-paru, apabila terjadi batuk,bersin- bersin dan berkeringat
menandakan adanya gangguan fungsi
paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi
paru yang sehat dan kuat.
USUS BESAR
Jam 05.00 – 07.00
Jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur.
Senin, 18 Januari 2010
PENGURUS BESAR PELAJAR ISLAM INDONESIA
TENTANG
PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG YANG MENOLAK KASASI PEMERINTAH TENTANG GUGATAN UJIAN NASIONAL*)
- Mengabulkan gugatan Subsidair Para Penggugat;
- Menyatakan bahwa para tergugat, Presiden RI, Wakil Presiden RI, Menteri Pendidikan Nasional dan
Rabu, 16 Desember 2009
Indahnya Berbagi
Selasa, 08 Desember 2009
"Harga Sebuah Pembelajaran"
Senin, 09 November 2009
Jumat, 16 Oktober 2009
Little About Mie Instant
Bagi para pengemar mie instan, ternyata di dalam mie tersebut terkandung lilin yang berfungsi untuk melapisi mie instant (mungkin itu juga yah yang menyebabkan mie tidak lengket satu dengan yang lainnya). Pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3(tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi Mi Instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi. Pernah seseorang bereksperimen dengan cara menyimpan kuah hasil olahan mie instan selama 3 hari, dan ternyata memang terbukti ditemukan zat seperti lilin. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir(bekerja) sehingga tidak punya waktu lagi untuk memasak,sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam Mi Instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.
Bagi anda pengemar mie instan, mungkin kini saatnya untuk berhati-hati mengkonsumsi mie tersebut, karena tubuh kita membutuhkan waktu 2 – 3 hari untuk membersihkan zat lilin tersebut. Jika kita perhatikan Mi
Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi dari Italia), akan dibutuhkan minyak dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan Spaghetti untuk menghindari lengketnya pasta tersebut.
Makanya, kalau mau mengkonsumsi mie instan, usahakan untuk selalu membuang air hasil rebusan dan menggantinya dengan air hangat yang baru. (untuk meminimalkan zat lilin yang masuk).
Ada kisah yang mengerikan :
* Ada orang yang sekarang usianya sekitar 48 tahunan tapi sudah 4 tahun terakhir ini kemana-mana membawa alat, maaf, sebagai pengganti anusnya, karena usus bawah sampai dengan anus telah dipotong sebab sudah tidak bisa dipakai lagi pasalnya waktu mahasiswa dengan alasan ekonomi mengkonsumsi mie instant secara berlebihan sehingga bagian usus yang dipotong tersebut adalah tempat mengendapnya bahan pengawet yang selalu ada di setiap mie instant mungkin sejenis borax pengawet untuk mayat (data menunjukan bahwa import borax dan sejenisnya sangat besar ke Indonesia) dan walhasil menimbulkan pembusukan ditempat tersebut, semoga semua pihak berhati hati dalam mengkonsumsi makanan seperti bakso, sosis, mie dll
* Ada lagi, orang yang pernah kena kanker getah bening (8 kelenjar getah bening kena), dan berobat selama hampir 1 tahun di Singapore menghabiskan lebih dari 1 Milyar pada tahun 1996 sampai 1997 (untung ditanggung kantor), akibat dia mengkonsumsi indomie plus korned selama 4 tahun terus menerus setiap hari(dengan alasan karena istrinya sibuk kerja). Menurut dokter yg mengobati nya, penyebab utamanya adalah pengawet yg ada di indomie dan korned tsb.
Berikut ini adalah beberapa tehnik/teknik atau cara untuk membuat indomie mie instant menjadi lebih sehat atau lebih enak lain dari apa yang ada di saran penyajian di bungkus indomie. Tentu saja tips dan triks ini tidak hanya untuk mi instant merek indomie saja, namun juga untuk merek lainnya seperti mie ABC, Mie President, Michiyo, Mie Sedaap, Karee, dan lain sebagainya.
- Menambah Sayur Mayur
Bagi anda yang suka sayur-sayuran hijau ataupun sayur lainnya anda dapat memasukkan daun sawi, bayam, kangkung, kol, tomat, pete, cabe merah, cabe rawit, bawang bombai, jahe, kunyit, dan lain sebagainya ke dalam rebusan indomie. Sebaiknya sayuran tersebut dimasak tidak terlalu lama agak zat yang terkandung dalam sayur tersebut tidak rusak.
- Menambah Lauk Pauk
Bagi anda yang suka lauk-pauk baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan anda dapat memasukkan telur, kornet, daging, sosis,
- Dibuat Jadi Versi Goreng
Mie yang seharusnya direbus dapat anda coba dimasak dan kuahnya ditiriskan, lalu setelah itu diaduk sampai rata dengan bumbu tanpa air rebusan. Yang pasti anda harus menyesuaikan takaran atau ukuran versi goreng agar tidak terasa asin atau aneh ketika dimakan nanti.
- Dibuat Jadi Bubur Indomi
Ketika mie instant belum dibuka dari bungkusnya remaslah mi tersebut sampai halus, kemudian dimasak seperti biasa. Nanti indomie yang sudah matang akan terlihat seperti bubur mie.
- Dibuat Jadi Snack
Carilah resep ke internet, buku, majalah, teman, tetangga, dan lain sebagainya untuk mengoah indomi menjadi snack, kudapan, jajanan, cemilan, dan lain-lain. Mi instan dapat dibuat menjadi seperti kroket, omelet, risol, kripik, dan lain sebagainya
Hmm…^_^
Kamis, 15 Oktober 2009
Bahaya Sate vs Timun
Sate… tentu tak asing lagi di telinga kita. Identik dengan daging, ditusuk, dan dibakar,,, + bumbu kacangnya, Hmm…
Siapa yang tidak tergiur akan kelezatan sate. apakah itu sate kambing, sate ayam, ataupun sate padang dan beraneka ragam makanan lainnya yang bersumber dari air tawar ataupun hasil laut seperti ikan mas, ikan kakap, baronang, cumi, kepiting dan teman-temannya, ditambah sedikit lalapan dan sambal yang pedas. Mmmm sangat menarik bukan ?? Dan tentu saja untuk menemukan jenis makanan tersebut di Makassar khususnya tidaklah susah. Hamper di setiap ruas jalan berderet gerobak yang memamerkan jualannya itu. Tapi, tunggu dulu…
Minggu, 11 Oktober 2009
SILATURRAHMI PII (Pelajar Islam Indonesia) SULSEL 2009
Minggu, 16 Agustus 2009
Serpihan Narasi PII Dalam Bingkai 62 Tahun
Oleh: Yana Yan
“Masa sekarang dan segala masa, adalah masa yang indah kalau saja kita tahu apa yang harus kita perbuat”
(Ralph Waldo Emerson)
Kini, era globalisasi bukan lagi sebuah wacana asing bagi kita, rakyat Indonesia. Realita terpajang di depan mata. Bertumpuk efek telah terealisasi sempurna. Hedonisme atau sikap hura-hura yang dilakukan remaja, gejala shopaholic (sebutan untuk orang yang hobi belanja), free-sex, ghozwul fikr, bahkan kristenisasi, adalah sedikit dari sekian banyak efek yang ditimbulkan dari globalisasi yang bisa kita baca saat ini. Lahirnya era globalisasi di bumi pertiwi, pertanda sekat antar bangsa telah terhapus. Artinya, hasutan-hasutan dari luar pun semakin gencar mengalir memasuki negeri ini. Parahnya, pelajar yang didominasi oleh kaum remaja, adalah pihak yang lebih banyak mendapatkan percikan apinya.
Sesuatu yang tak dapat dipungkiri, bahwa kualitas generasi muda merupakan cerminan masa depan bangsa. Suatu bangsa yang gagal membina generasi muda (moralitas dan kapabilitas), akan menjadi bangsa pecundang di kemudian hari. Negara-negara maju di dunia sangat khawatir dengan kelanjutan masa depan negara mereka. Apalah artinya kemajuan ekonomi, kecanggihan teknologi dan militer, kepemimpinan atas dunia, sementara generasi mudanya sedemikian rusak moralnya, bahkan tidak dapat diharapkan di masa depan. Bayang-bayang kemunduran atau bahkan kepunahan sebagai bangsa tampak begitu menakutkan. Maka, generasi muda islam pun harus mempersiapkan diri agar mampu berkompetisi sekaligus mengambil peranan yang lebih besar. Berbagai elemen bangsa Indonesia yang mayoritas muslim harus bangkit dan saling bahu-membahu mengembangkan program pembinaan generasi muda yang bermuara pada pencapaian kualitas iman dan takwa, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni. Dan Pelajar Islam Indonesia (PII), sebagai organisasi pergerakan pelajar yang berasaskan islam, diharapkan mampu ikut berkiprah dan memberikan kontribusi maksimalnya. Disinilah, peran seorang kader PII untuk dapat mengaplikasikan fungsinya sebagai alat perjuangan. Pengaplikasian yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan pendidikan, yang menjadi tema lahan garap perjuangannya. Dengan mengusung tema itu, sangat diharapkan tujuan terbentuknya Pelajar Islam Indonesia (PII) ini bisa segera terealisasi. ”Kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan islam bagi segenap rakyat Indonesia dan umat manusia,” tak lagi sekedar wacana yang hanya bisa dilafadzkan dalam setiap prosesi pengkaderan PII. Kader-kader PII diharapkan hadir sebagai salah satu wahana yang bisa menjadi the agent of problem solving atas segala problematika yang terbentang. Semoga dengan demikian, kita bisa menjadi bagian dari golongan orang-orang yang beruntung, yang senantiasa menyeru kepada kebajikan dan mencegah kemunkaran.
4 Mei 1947! Menjadi tonggak sejarah lahirnya sebuah organisasi bernama Pelajar Islam Indonesia (PII). Layaknya manusia yang terus ditempa masalah dalam setiap hidupnya, Pelajar Islam Indonesia (PII) pun demikian. Diusia yang sudah mencapai angka 62 tahun, berderet masalah menyambar organisasi ini. Termasuk ketika PII harus hidup di tengah era globalisasi. Dimana, kompleksitas problematika kehidupan pun semakin mencuat. Namun, memasuki usia yang semakin beranjak, tak sepantasnya PII bungkam, apalagi lengah. Hanya mengamati, serta menikmati setiap skenario dari Sang Pencipta, layaknya seorang tua renta. Kalau boleh kita menganalogikan, idealnya PII bagaikan sebuah pohon besar yang kokoh. Dimana, semakin tinggi dan semakin besar pohon itu, maka akan semakin kokoh pula dalam menghadapi tamparan angin sebesar apapun. PII pun idealnya harus seperti itu! Kokoh dan bijak dalam menghadapi setiap masalah.
Kini, 62 tahun membingkai perjalanan hidup PII. Usia yang sudah semakin beranjak. Tak salah, jika terkadang kita menuntut sebuah idealitas. Maka, adalah sebuah langkah bijak ketika kita sadar akan realitas, maka segeralah berbenah dari itu semua. Dan, menjadi sebuah bahan refleksi, ketika realitas belum berada pada titik idealitasnya. Aktualisasi ‘Muslim, Cendekia, Pemimpin’ (MCP), saatnya digerus. Tak sekedar kata! Namun, sekali lagi: PII butuh aplikasi. Sehingga, PII benar-benar mampu mencetak generasi yang mampu berkompetisi dari berbagai lini kehidupan.
’Ikrar Jakarta’, sebuah komitmen yang senantiasa diteriakkan oleh kader dalam setiap prosesi pengkaderan, tidak sepantasnya hanya menjadi sebuah wacana formalitas pelengkap training belaka. Tapi lebih dari itu, komitmen itulah yang harus menggerakkan hati kita untuk bisa mengaplikasikan segala apa yang pernah kita ikrarkan. Karena itulah komitmen yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Karena hidup bukanlah permainan!
“ Dan hendaklah ada segolongan diantara kamu yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar: merekalah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali-Imran:104).
\


